Zulhas Tegaskan SPPG MBG Wajib Serap Pangan Desa, Abaikan Produk Lokal Terancam Ditutup

- Redaksi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 00:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA-NGALAMUTAS.COM- Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib menyerap bahan pangan dari desa. Kebijakan tersebut bertujuan agar manfaat ekonomi program pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa, bukan hanya dinikmati distributor besar.

Penegasan itu disampaikan Zulkifli Hasan saat meninjau Budidaya Ikan Tematik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kamolan di Sendang Bangeran, Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jumat (31/7/2026).

Menurut Zulkifli, SPPG harus membeli kebutuhan pangan dari Koperasi Desa Merah Putih, koperasi nelayan, BUMDes, maupun pelaku usaha desa sesuai potensi daerah masing-masing.

“Kalau di desa ada ikan lele, ambil lele dari desa. Kalau ada telur, ayam, sayuran, buah-buahan, dan beras, ambil dari desa. Kita ingin ekonomi rakyat tumbuh, jangan sampai yang menikmati hanya usaha-usaha besar,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pengelola SPPG yang tidak menjalankan ketentuan tersebut. Bahkan, apabila peringatan berulang kali diabaikan, operasional SPPG dapat dihentikan.

“Kalau tidak mengambil dari desa, kita ingatkan. Dua kali, tiga kali. Empat kali, tutup SPPG-nya,” ujarnya.

Zulkifli menjelaskan, Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan ekonomi melalui penguatan rantai pasok berbasis desa atau close loop economy, yakni menghubungkan hasil produksi masyarakat dengan pasar yang sudah tersedia melalui SPPG.

Dalam kunjungan tersebut, dilakukan penebaran benih ikan lele dan panen lima kolam bioflok di KDMP Kamolan. Hasil panen dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan empat SPPG dengan harga Rp25.000 per kilogram dalam kondisi bersih. Setiap pemesanan mencapai 150 hingga 300 kilogram.

Zulkifli optimistis kebutuhan bahan pangan untuk Program MBG akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah SPPG. Karena itu, desa-desa didorong meningkatkan kapasitas produksi agar mampu menjadi pemasok utama kebutuhan pangan program nasional tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa jaringan Koperasi Desa Merah Putih di sekitar 80 ribu desa nantinya akan saling terhubung sehingga daerah yang memiliki surplus produksi dapat memasok wilayah lain yang membutuhkan.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat yang menjadikan desa sebagai penggerak utama rantai pasok Program MBG.

“Kamolan menjadi contoh bagaimana program ketahanan pangan dapat langsung terhubung dengan kebutuhan Makan Bergizi Gratis. Yang berkembang bukan hanya produksi ikannya, tetapi juga ekonomi masyarakat desa,” kata Arief.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Blora.

Selain KDMP Kamolan, bantuan 24 kolam bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan juga diberikan kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih Kunden (Kecamatan Blora), Koperasi Desa Merah Putih Kentong (Kecamatan Cepu), dan Koperasi Desa Merah Putih Sambongrejo (Kecamatan Ngawen). Total sebanyak 96 kolam bioflok disiapkan untuk memperkuat produksi perikanan rakyat sebagai penopang kebutuhan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis. (Sudadi/Abah Dadi)

Loading

Berita Terkait

Semarak HUT ke-43, Srikandi PP Kota Malang Turun Langsung Bersihkan Lingkungan dan Baksos 
Klenteng Eng An Kiong Malang Gelar Ritual She Jien Kiem Sin, Tebarkan Pesan Welas Asih Dewi Kwan Im
Rayakan HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Malang Padukan Konvoi Kebangsaan dan Aksi Sosial
Festival Dolanan Anak di GOR Ken Arok, 17 Permainan Tradisional Dikenalkan kepada Anak PAUD
Kapolresta Malang Kota Edukasi Siswa SMAN 4 tentang Bahaya Cyber Crime, NAPZA, dan Bullying
Kapolresta Malang Kota Apresiasi Aksi Damai Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pengguna Jalan
Tekan Pengangguran, Ketua DPRD Kota Malang Desak Pendataan Tenaga Kerja Menyeluruh

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:43 WIB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Semarak HUT ke-43, Srikandi PP Kota Malang Turun Langsung Bersihkan Lingkungan dan Baksos 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Klenteng Eng An Kiong Malang Gelar Ritual She Jien Kiem Sin, Tebarkan Pesan Welas Asih Dewi Kwan Im

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rayakan HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Malang Padukan Konvoi Kebangsaan dan Aksi Sosial

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:58 WIB

Festival Dolanan Anak di GOR Ken Arok, 17 Permainan Tradisional Dikenalkan kepada Anak PAUD

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:23 WIB

Kapolresta Malang Kota Apresiasi Aksi Damai Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pengguna Jalan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Tekan Pengangguran, Ketua DPRD Kota Malang Desak Pendataan Tenaga Kerja Menyeluruh

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Semeru Institute Soroti Karhutla dan Korupsi, Komitmen Pemerintahan Prabowo-Gibran Diuji

Berita Terbaru

Uncategorized

Jumat, 30 Okt 2026 - 01:43 WIB