MALANG, NGALAMUTAS.COM — Di tengah gempuran arus zaman yang terus bergerak cepat, masih ada jiwa-jiwa yang gigih menjaga akar budaya dan kearifan lokal. Salah satunya adalah Sanggar Budaya Renaissance, yang beralamat di Jalan Rambutan Gang II Nomor 12, Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65165. Komunitas ini menegaskan komitmennya untuk melestarikan tradisi, merawat bumi, dan menghidupkan warisan leluhur, semangat yang juga dibawanya dalam perhelatan akbar Festival 1 Suro 2026 di Gunung Kawi.
Di bawah arahan serta kebijaksanaan Ibu Mey Saphira — selaku Pimpinan sekaligus Pemilik Sanggar, dan juga Pemangku Budaya — Sanggar Budaya Renaissance tampil memukau dalam acara tersebut. Mereka berkolaborasi secara harmonis bersama berbagai sanggar seni budaya lain dalam puncak acara Prosesi Pembakaran Buto Sengkolo, sebuah momen sakral yang sarat makna mendalam.
Selayang Pandang Festival 1 Suro Gunung Kawi
Festival 1 Suro Gunung Kawi merupakan perayaan tahunan yang diselenggarakan untuk menyambut datangnya Tahun Baru Jawa. Lebih dari sekadar perayaan, momen ini menjadi simbol ruwatan, ungkapan rasa syukur, serta doa dan harapan bersama agar kehidupan di masa mendatang senantiasa diberkahi, sejahtera, dan terhindar dari segala hal yang buruk.
Perhelatan yang berlangsung selama empat hari penuh, mulai tanggal 13 hingga 16 Juni 2026, mengundang masyarakat luas untuk hadir dan merasakan kekayaan budaya serta ketenangan spiritual di lereng Gunung Kawi. Rangkaian kegiatan menyajikan perpaduan antara ritual sakral, pertunjukan seni tradisional, hingga kebersamaan antar warga.

“Rayakan Tradisi, Satukan Hati!”
Rangkaian Kegiatan Festival
🗓 Hari Pertama – Sabtu, 13 Juni 2026
Di lokasi Terminal Gunung Kawi, acara dibuka dengan semaraknya Bazar UMKM yang berlangsung hingga hari terakhir. Pengunjung dapat menikmati penampilan dari PBSC Mberot Kampung Baru dan Tari Topeng Madyo Utomo Pijiombo. Puncak harinya diisi dengan Ruwatan Buto Sengkolo, Istigozah dan Selametan, serta berbagai atraksi: pentas tari tradisional, kirab budaya, pasar rakyat dan kuliner khas, serta kegiatan edukasi budaya di Padepokan Djoego.
🗓 Hari Kedua – Minggu, 14 Juni 2026
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas yang menyatukan semangat dan kebugaran jasmani serta rohani.
🗓 Hari Ketiga – Senin, 15 Juni 2026
Kegiatan berlangsung meriah dengan senam bersama dipandu instruktur Rury, gerak jalan sehat, serta penampilan seni seperti Electone, Jaranan, Reog Suryo Bhirowo, dan pertunjukan Tari Sekar Kawi serta STT Bayu Candra Kirana. Malam harinya diisi dengan Ruwatan Buto Sengkolo, Istigozah, pertunjukan Wayang Kulit, serta gladi bersih persiapan prosesi pembakaran Buto Sengkolo.
🗓 Hari Keempat – Selasa, 16 Juni 2026
Menjadi hari yang paling dinanti. Rangkaian diawali dengan Kirab Budaya yang melintasi kawasan, kemudian berlanjut ke Acara Puncak Prosesi Pembakaran Buto Sengkolo yang berlangsung di Padepokan Djoego dan Terminal Gunung Kawi. Prosesi ini menjadi penutup yang sakral dan penuh makna bagi seluruh peserta dan masyarakat yang hadir.

Semangat Melestarikan Jati Diri
Bagi Sanggar Budaya Renaissance, keikutsertaan dalam Festival 1 Suro ini bukan sekadar penampilan, melainkan wujud nyata dari janji menjaga warisan leluhur. Sejalan dengan semboyan yang diusung: “Tradisi Hidup, Budaya Lestari, Bangsa Bermartabat!”
“Bersama kita lestarikan tradisi, jaga alam, dan perkuat jati diri bangsa,” demikian pesan yang ingin disampaikan Sanggar Budaya Renaissance kepada seluruh lapisan masyarakat. Melalui langkah-langkah nyata seperti ini, harapannya nilai-nilai luhur budaya Jawa tetap terjaga, alam tetap terpelihara, dan identitas bangsa senantiasa bersinar di tengah perubahan zaman, ” Tegas Ibu Mey Saphira — selaku Pimpinan sekaligus Pemilik Sanggar.
LS – Ngalamutas.com
![]()







