Pengakuan Lisan, Hati yang Kosong: Saatnya Budaya Dibangkitkan

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus DH, SE
(Pemerhati dan Pelaku Budaya Bandung Barat)

i

Agus DH, SE (Pemerhati dan Pelaku Budaya Bandung Barat)

Oleh: Agus DH, SE
(Pemerhati dan Pelaku Budaya Bandung Barat)

BANDUNG BARAT, NGALAMUTAS.COM – Kita sering berbangga diri menyebut Nusantara sebagai negeri yang kaya raya akan keragaman budaya dan tradisi. Namun, pertanyaannya: apa gunanya kebanggaan dan pengakuan itu jika tidak dibarengi dengan kasih sayang serta perawatan yang sungguh-sungguh?

Realita yang kita hadapi kini miris. Budaya tradisi kita bagaikan pohon yang kurus kering, batangnya kerdil, dan daunnya mulai gugur, siap tumbang dan mati. Ia kekurangan “nutrisi” berupa perhatian, penghayatan, dan pelestarian yang tulus.

Ironisnya, mereka yang seharusnya menjadi penjaga dan pelindung warisan leluhur, justru berubah menjadi pedagang. Budaya yang seharusnya menjadi warisan abadi, kini dikomersialkan, dijadikan komoditas, dan dilelang kepada penawar tertinggi. Nilai luhur yang terkandung di dalamnya perlahan hilang, tersisih oleh hitung-hitungan materi semata.

Kita telah kehilangan jiwa dan ruh dari budaya itu sendiri. Kita terlalu sibuk menakar nilai ekonomis, namun melupakan nilai spiritual, filosofis, dan historis yang menjadi pondasinya. Kita lupa bahwa budaya tradisi adalah napas kehidupan bangsa, bukan sekadar aksesoris atau hiasan pesta semata.

Sudah saatnya kita sadar dan berhenti. Hentikanlah sikap yang hanya memperlakukan budaya sebagai objek transaksi. Budaya berhak mendapatkan kasih sayang dan perlakuan yang layak. Mari kita kembali menjadi penjaga, bukan penjual; menjadi pelindung, bukan pengejar keuntungan.

Bangkitlah, para pelaku dan tokoh budaya! Saatnya kita bersatu, berjuang, dan merawat kembali akar identitas kita. Jangan biarkan warisan ini mati dan punah ditelan zaman, karena kehilangan budaya sama artinya dengan kehilangan jati diri kita sebagai bangsa.

LS – Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Jangan Kerja Seumur Hidup: Mulai Bangun Kebebasan Finansial dari Sekarang
Budaya Nusantara: Diakui Secara Lisan, Dikhianati dalam Tindakan
Hidupkan Ruang Belajar, Kuatkan Kedaulatan Desa: Arah Sekolah Desa FORMADES
MISTERI ANGGARAN GEDUNG KDMP DI BANGKALAN, KEWAJIBAN TNI DITANYA
Menolak Subordinasi: Mengapa Polri Harus Tetap di Bawah Presiden.

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 02:41 WIB

Jangan Kerja Seumur Hidup: Mulai Bangun Kebebasan Finansial dari Sekarang

Sabtu, 11 April 2026 - 02:46 WIB

Budaya Nusantara: Diakui Secara Lisan, Dikhianati dalam Tindakan

Jumat, 10 April 2026 - 05:29 WIB

Pengakuan Lisan, Hati yang Kosong: Saatnya Budaya Dibangkitkan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:06 WIB

Hidupkan Ruang Belajar, Kuatkan Kedaulatan Desa: Arah Sekolah Desa FORMADES

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:24 WIB

MISTERI ANGGARAN GEDUNG KDMP DI BANGKALAN, KEWAJIBAN TNI DITANYA

Senin, 26 Januari 2026 - 12:35 WIB

Menolak Subordinasi: Mengapa Polri Harus Tetap di Bawah Presiden.

Berita Terbaru