PAKASA Malang Raya Resmi Dikukuhkan, Siap Perkuat Pelestarian Budaya Jawa di Bumi Arema

- Redaksi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN MALANG-NGALAMUTAS.COM-Paguyuban Kawula Keraton Surakarta Hadiningrat (PAKASA) Cabang Malang Raya menggelar acara Pengukuhan Pengurus dan Penganugerahan Kekancingan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen pelestarian budaya Jawa sekaligus penegasan bahwa kebudayaan merupakan fondasi penting dalam menjaga jati diri bangsa di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi.

Acara dihadiri Ketua Umum Swadek yang juga menantu Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwana XII, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Dr. Eddy S. Wirabhumi, jajaran pengurus PAKASA Malang Raya, perwakilan Forkopimda Malang Raya, organisasi perangkat daerah (OPD), pegiat budaya, serta tamu undangan.

Dalam pidato kebudayaannya, KPH Dr. Eddy S. Wirabhumi menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan kebutuhan mendesak yang tidak dapat lagi ditunda.

“Budaya bukan lagi sekadar warisan masa lalu yang statis, melainkan fondasi eksistensial bagi keberlangsungan sebuah bangsa di masa depan,” ujarnya.

Ia menilai kesadaran terhadap pentingnya budaya harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Menurutnya, sejarah membuktikan Nusantara pernah menjadi kekuatan besar di Asia karena memiliki peradaban dan kebudayaan yang kuat.

Namun, lanjutnya, kemunduran terjadi ketika masyarakat mulai mengagungkan budaya asing dan perlahan meninggalkan akar tradisinya sendiri.

“Budaya ini bukan miliknya keraton saja, ini milik kita semua. Kita harus bergerak bersama melalui tindakan nyata di setiap daerah,” tegas KPH Eddy Wirabhumi.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak boleh menjadi tanggung jawab eksklusif keraton, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, komunitas budaya, dunia pendidikan, hingga generasi muda.

KPH Eddy Wirabhumi juga mengingatkan agar perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tidak dipandang sebagai ancaman bagi budaya.

“AI justru harus dimanfaatkan sebagai alat untuk mendukung, mempromosikan, dan meningkatkan kecintaan terhadap kebudayaan lokal,” katanya.

Ia menambahkan bahwa budaya tidak hanya dimaknai sebagai seni pertunjukan, melainkan mencakup seluruh tata kehidupan masyarakat, mulai dari etika, bahasa, cara berpakaian, hingga nilai-nilai sosial yang diwariskan turun-temurun.

Dalam kesempatan tersebut, KPH Eddy Wirabhumi turut menyoroti posisi strategis Malang Raya dalam sejarah peradaban Nusantara. Ia menyebut kawasan tersebut memiliki akar sejarah yang lebih tua dibandingkan Surakarta maupun Mataram pada masa Sultan Agung.

“Malang Raya memiliki tanggung jawab moral untuk bangkit sebagai motor penggerak kebudayaan. Generasi mudanya harus percaya diri dan menjadi pelopor kebangkitan budaya bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PAKASA Cabang Malang Raya periode 2026–2031, Kanjeng Raden Aryo (KRA) Dwi Indotito Cahyono Adiningrat, menegaskan kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan organisasi sekaligus memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas budaya di Malang Raya.

“Langkah pertama kami adalah melakukan pembenahan internal organisasi agar gerak paguyuban semakin solid. Setelah itu kami akan memperkuat hubungan eksternal melalui kolaborasi bersama para aktivis budaya, khususnya di Kabupaten Malang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, agenda awal kepengurusan adalah menggelar rapat kerja (Raker) guna menyusun program strategis lima tahun ke depan. Selain itu, PAKASA juga akan melakukan kunjungan ke berbagai cabang di daerah lain sebagai sarana bertukar pengalaman, memperkuat jejaring, serta menyusun langkah bersama dalam pelestarian budaya Jawa.

Dwi Indotito menambahkan bahwa secara historis PAKASA dibentuk atas prakarsa SISKS Pakubuwana X sebagai jembatan antara nilai-nilai luhur Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan masyarakat luas.

Menurutnya, pemberian gelar kehormatan atau kekancingan bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi menjadi bentuk apresiasi kepada tokoh masyarakat yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan budaya Jawa.

“Kebudayaan keraton bukan hanya milik lingkungan istana, melainkan milik seluruh masyarakat. Kekancingan diharapkan menjadi pemantik semangat agar semakin banyak masyarakat yang ikut uri-uri budaya,” katanya.

Saat ini, PAKASA Malang Raya memiliki sekitar 66 hingga 80 anggota aktif. Jumlah tersebut dinilai menjadi modal sosial yang kuat untuk memperkuat pelestarian budaya Jawa di tengah perkembangan zaman, sekaligus memastikan modernisasi tidak menghilangkan identitas budaya bangsa.

Acara pengukuhan dan penganugerahan kekancingan berlangsung khidmat serta menjadi ajang mempererat sinergi antara keluarga besar Keraton Surakarta Hadiningrat, pemerintah daerah, pegiat budaya, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia.(Lia/Ngalamutas.com)

Loading

Berita Terkait

Semarak HUT ke-43, Srikandi PP Kota Malang Turun Langsung Bersihkan Lingkungan dan Baksos 
Klenteng Eng An Kiong Malang Gelar Ritual She Jien Kiem Sin, Tebarkan Pesan Welas Asih Dewi Kwan Im
Rayakan HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Malang Padukan Konvoi Kebangsaan dan Aksi Sosial
Festival Dolanan Anak di GOR Ken Arok, 17 Permainan Tradisional Dikenalkan kepada Anak PAUD
Kapolresta Malang Kota Edukasi Siswa SMAN 4 tentang Bahaya Cyber Crime, NAPZA, dan Bullying
Kapolresta Malang Kota Apresiasi Aksi Damai Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pengguna Jalan
Tekan Pengangguran, Ketua DPRD Kota Malang Desak Pendataan Tenaga Kerja Menyeluruh

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:43 WIB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Semarak HUT ke-43, Srikandi PP Kota Malang Turun Langsung Bersihkan Lingkungan dan Baksos 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Klenteng Eng An Kiong Malang Gelar Ritual She Jien Kiem Sin, Tebarkan Pesan Welas Asih Dewi Kwan Im

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rayakan HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Malang Padukan Konvoi Kebangsaan dan Aksi Sosial

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:58 WIB

Festival Dolanan Anak di GOR Ken Arok, 17 Permainan Tradisional Dikenalkan kepada Anak PAUD

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:23 WIB

Kapolresta Malang Kota Apresiasi Aksi Damai Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pengguna Jalan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Tekan Pengangguran, Ketua DPRD Kota Malang Desak Pendataan Tenaga Kerja Menyeluruh

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Semeru Institute Soroti Karhutla dan Korupsi, Komitmen Pemerintahan Prabowo-Gibran Diuji

Berita Terbaru

Uncategorized

Jumat, 30 Okt 2026 - 01:43 WIB