BLORA, NGALAMUTAS.COM – Sejumlah wali murid SDN 1 Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, mengaku diminta memberikan uang sebesar Rp100 ribu setelah pencairan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima siswa pada 10 Juni 2026.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya penyerahan uang kepada pihak sekolah setelah dana PIP dicairkan.
“Iya, kita yang terima PIP ngasih ke sekolah Rp 100 ribu,” ujar wali murid yang enggan disebutkan namanya tersebut, Senin (15/6).
Saat ditanya terkait tujuan pembayaran tersebut, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Daripada pikiran langsung kita bayar gitu saja,” ucapnya singkat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana PIP dicairkan melalui BRI kepada sejumlah siswa SDN 1 Sumber. Masing-masing siswa menerima bantuan sebesar Rp450 ribu.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN 1 Sumber Agus Sujarwanto membantah adanya pemotongan dana PIP. Ia menyebut uang yang diberikan wali murid merupakan sumbangan sukarela.
“Itu komo-komo (sukarela) dari wali murid, Mas,” ujarnya.
Pihak SDN 1 Sumber Bantah Beri Tekanan ke Wali Murid
Terkait nominal sumbangan yang disebut seragam sebesar Rp100 ribu, Agus mengatakan hal tersebut merupakan kebiasaan yang berkembang di kalangan wali murid.
“Kalau yang sudah-sudah itu, kalau cairnya Rp 450 ribu itu ninggali sekolah Rp 100 ribu, kalau cairnya Rp Rp 225 ribu wali murid ninggali Rp 50 ribu,” jelasnya.

Ia menegaskan pihak sekolah tidak memberikan tekanan kepada wali murid untuk memberikan uang tersebut. Namun, Agus mengakui seluruh penerima PIP memberikan sumbangan kepada sekolah.
“Namanya orang banyak Mas, orang desa. Mungkin dikira dipotong,” katanya.
Abah Dadi (Sudadi)
![]()







