Tanamkan Jiwa Entrepreneur Sejak Dini, Srikandi Pemuda Pancasila Kota Malang Borong Jajanan ‘Market Day’ KB Al-Kafii

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN MALANG, NGALAMUTAS.COM – Langkah kreatif ditunjukkan oleh Kelompok Bermain (KB) Al-Kafii dalam membentuk karakter mandiri pada anak usia dini. Melalui agenda rutin Market Day, lembaga pendidikan ini sukses menyulap halaman sekolah menjadi pasar kreatif, di mana para siswa belajar menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) cilik.

Berbagai produk kuliner sehat dijajakan dengan rapi oleh anak-anak yang mengenakan kaos kuning seragam. Mulai dari jajanan tradisional seperti Kue Lumpur Kentang, Molen Pisang, dan Risol Ragolit, hingga menu modern nan sehat seperti Burger Sehat, SanSay Corot (Sandwich Sayur Goreng Telur), Puding Buah, Setup Nanas, dan Rujak Manis.

Aksi menggemaskan namun sarat edukasi ini mendapat sorotan dan apresiasi tinggi dari berbagai pihak, salah satunya dari organisasi kemasyarakatan perempuan di Kota Malang.

Hadir langsung di tengah kemeriahan acara, Ketua DPC Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kota Malang, Kiky Tutik Sundari, menunjukkan aksi nyata dukungannya dengan memborong habis berbagai produk UMKM yang dijajakan oleh para siswa. Langkah ini seketika memicu keceriaan dan tawa riang dari anak-anak yang menjaga stan.

“Alhamdulillah, atas nama Srikandi PP Kota Malang, hari ini kami bisa memberikan sedikit kegembiraan kepada murid-murid PAUD yang sederhana ini. Melihat senyum dan semangat mereka saat dagangannya habis diborong adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ungkap Kiky Tutik Sundari dengan penuh rasa syukur, Jumat (29/5/2026).

Kiky menyampaikan rasa haru sekaligus bangganya setelah melihat langsung bagaimana kolaborasi yang apik terjalin antara pihak sekolah, orang tua, dan anak-anak. Konsep di balik Market Day ini dinilainya sangat luar biasa dalam membangun kebersamaan.

“Saya sangat bangga kepada orang tua murid-murid yang diajari UMKM yang bersatu, luar biasa. Produk UMKM ini yang bikin orang tua wali murid, tapi yang jual murid-muridnya sendiri. Saya jujur terharu dan bangga sekali melihatnya langsung di lapangan,” tutur Kiky.

Menurutnya, mengenalkan dunia wirausaha sejak usia emas (golden age) adalah investasi karakter yang sangat penting untuk masa depan bangsa. Di tengah gempuran era digital, KB Al-Kafii justru mampu mengalihkan energi anak-anak untuk belajar bersosialisasi, berkomunikasi, dan mengenal dasar-dasar literasi keuangan lewat ekonomi kreatif.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan ekonomi kreatif berbasis pendidikan, Srikandi PP Kota Malang berkomitmen untuk terus mengawal kegiatan produktif seperti ini agar dapat terus berlanjut secara konsisten.

“Kita bisa melihat bagaimana anak-anak ini belajar percaya diri menawarkan produknya dan belajar menghitung uang. Saya memberikan apresiasi juga support yang setinggi-tingginya kepada KB Al-Kafii beserta seluruh wali murid, supaya ke depan bisa lebih semangat lagi dalam mendidik anak-anak kita menjadi generasi yang mandiri dan kreatif,” pungkas Kiky dengan penuh optimisme.

Aksi sosial yang dilakukan oleh Srikandi PP Kota Malang ini disambut hangat dan penuh rasa haru oleh pihak manajemen sekolah. Kepala Sekolah KB Al-Kafii, Denok Suhartatik, S.Pd, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan kepedulian nyata yang diberikan kepada anak didiknya.

“Kami menyampaikan terima kasih banyak ya Bu Kiky, sudah berkenan hadir dan memborong produknya anak-anak. Semoga sumbangsih serta kebaikan njenengan (Anda) diberikan keberkahan yang melimpah oleh Allah SWT. Amin ya rabbal Alamin,” ungkap Denok Suhartatik, S.Pd dengan mata berkaca-kaca menahan haru.

Denok menambahkan bahwa dukungan dari tokoh masyarakat seperti Bu Kiky menjadi suntikan motivasi yang luar biasa bagi murid beserta seluruh wali murid KB Al-Kafii untuk terus mempertahankan agenda kreatif ini di masa mendatang.

Aksi borong dari Srikandi PP Kota Malang ini pun sukses menutup agenda Market Day KB Al-Kafii dengan penuh kehangatan, meninggalkan kesan mendalam serta suntikan semangat baru bagi para siswa dan orang tua yang hadir. (Kim)

Loading

Berita Terkait

Curhat Wabup Blora Sri Setyorini , Njaluk Dalan Apik Cepu – Randublatung Wae. Jawabe Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Kok Mbulet Wae
Roy Pangarso Optimis PKN Kota Malang Mampu Bersaing Ketat Rebut Kursi Legislatif di Pemilu 2029
BRI Region 13 Malang Salurkan Bantuan CSR Rp86,75 Juta untuk Kembangkan Usaha KUBE Garda Pandawa
Sorotan Razia Syariat di Banda Aceh: Diduga Libatkan Orang Dekat Pejabat DPRA, Status Masih Menjadi Tanda Tanya
Jasad Wanita Ditemukan Terpisah Kepala dan Badan, Identitas Masih Misteri
Seorang Anak di Bulukumba Lapor Polisi, Diduga Menjadi Korban Pemerkosaan Ayah Kandung Selama Bertahun-tahun.
Menghunus Tombak Babi di Halaman Rumah: Seorang Warga Ditangkap, Penganiayaan Berujung Perkelahian Sengit di Aceh Besar
Terungkap Misteri Kehamilan Santriwati: Pendiri Pesantren Ditangkap, 23 Hingga 25 Korban Diduga Menjadi Sasaran Kekerasan Selama 17 Tahun.

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:12 WIB

Curhat Wabup Blora Sri Setyorini , Njaluk Dalan Apik Cepu – Randublatung Wae. Jawabe Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Kok Mbulet Wae

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:55 WIB

Roy Pangarso Optimis PKN Kota Malang Mampu Bersaing Ketat Rebut Kursi Legislatif di Pemilu 2029

Sabtu, 30 Mei 2026 - 01:07 WIB

Tanamkan Jiwa Entrepreneur Sejak Dini, Srikandi Pemuda Pancasila Kota Malang Borong Jajanan ‘Market Day’ KB Al-Kafii

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:45 WIB

BRI Region 13 Malang Salurkan Bantuan CSR Rp86,75 Juta untuk Kembangkan Usaha KUBE Garda Pandawa

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:06 WIB

Sorotan Razia Syariat di Banda Aceh: Diduga Libatkan Orang Dekat Pejabat DPRA, Status Masih Menjadi Tanda Tanya

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:39 WIB

Seorang Anak di Bulukumba Lapor Polisi, Diduga Menjadi Korban Pemerkosaan Ayah Kandung Selama Bertahun-tahun.

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:30 WIB

Menghunus Tombak Babi di Halaman Rumah: Seorang Warga Ditangkap, Penganiayaan Berujung Perkelahian Sengit di Aceh Besar

Jumat, 29 Mei 2026 - 03:18 WIB

Terungkap Misteri Kehamilan Santriwati: Pendiri Pesantren Ditangkap, 23 Hingga 25 Korban Diduga Menjadi Sasaran Kekerasan Selama 17 Tahun.

Berita Terbaru