Suhat Tak Lagi Teduh, Legislator PDI Perjuangan Desak Pemulihan RTH Kota Malang.

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Harvard Kurniawan Ramadhan, S.H., soroti penebangan pohon Soekarno-Hatta. (Foto : Kim)

i

Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Harvard Kurniawan Ramadhan, S.H., soroti penebangan pohon Soekarno-Hatta. (Foto : Kim)

KOTA MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Proyek pembangunan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kota Malang, memicu kritik tajam dari kalangan legislatif. Penebangan pohon besar demi pembangunan gorong-gorong dinilai mengorbankan aspek ekologis yang berpotensi meningkatkan suhu udara di wilayah tersebut.

​Harvard Kurniawan Ramadan, S.H., Anggota Komisi A DPRD Kota Malang sekaligus Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan Bidang Hukum dan Pemerintahan, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh ingkar janji terkait komitmen penghijauan kembali kawasan tersebut.

​”Kami sangat menyayangkan ketika proses pemotongan pohon di Jalan Soekarno-Hatta untuk membenahi drainase, tapi hari ini pohon-pohon tersebut tidak bisa ditanam kembali. Ini PR besar bagi Pemerintah Kota Malang agar suhu cuaca panas tidak semakin bertambah,” ujar Harvard di sela acara tasyakuran HUT ke-79 Megawati Soekarno Putri di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Jumat (23/01/2026) malam.

​Harvard menekankan pentingnya keseimbangan antara solusi infrastruktur banjir dan kelestarian alam. Ia membandingkan upaya penurunan suhu kota yang berhasil dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui perawatan pohon yang masif.

​”Memang banjir harus diselesaikan, tapi tidak mungkin kita mengorbankan penghijauan. Kita harus contoh Sumatera; gorong-gorong tidak mungkin menampung air sebanyak mungkin tanpa bantuan pepohonan yang menyerap air ke tanah,” tambahnya.

​Penebangan pohon di jalur utama tersebut dianggap memperburuk kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Malang yang saat ini masih jauh dari target Perda Tata Ruang. Harvard mengenang kawasan Suhat sebagai wilayah yang dulunya teduh, namun kini terancam menjadi gersang akibat proyek fisik yang tidak dibarengi solusi vegetatif.

​”Kondisi eksisting saat ini ternyata tidak menyisakan lokasi untuk penanaman kembali karena sudah tertutup cor. Pemerintah harus mencari solusi, entah itu teknologi tertentu atau pembangunan pergola. Jangan hanya diganti pot-pot kecil yang tidak sebanding fungsinya,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Wakabid Keanggotaan dan Organisasi DPC PDI Perjuangan Kota Malang ini.

​Menyikapi hal ini, Fraksi PDI Perjuangan Kota Malang telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menekan pemerintah agar segera melakukan pemulihan ekosistem di Jalan Soekarno-Hatta:

1. Berkoordinasi dengan anggota fraksi di DPRD Jawa Timur untuk mengevaluasi proyek milik Pemprov tersebut.

2. Menyuarakan tuntutan penghijauan kembali dalam sidang-sidang paripurna mendatang.

3. Mendorong Komisi C DPRD Kota Malang untuk memanggil dinas terkait guna mencari solusi teknis penghijauan di lahan yang telah dibeton.

​”Intinya, kembalikan keasrian Suhat dan tepati janjinya. Di awal pembangunan, NGO dan masyarakat pecinta lingkungan sudah mengingatkan, dan pemerintah sudah menjanjikan penghijauan pasca-proyek. Jangan sampai pembangunan fisik selesai, tapi alam dikorbankan,” tutup Harvard.

(KIM)

Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru