KOTA MALANG, NGALAMUTAS.COM – Di sebuah negeri bernama Madya Pura masyarakat mulai menghadapi masalah yang sama. Anak-anak hingga orang dewasa lebih sering menunduk menatap layar gadget daripada berbincang dengan tetangga. Warung kopi sepi obrolan, ronda malam kehilangan canda tawa, bahkan para pemuda lebih sibuk bermain gim daring daripada berkumpul bersama warga.
Melihat kondisi itu, Semar merasa prihatin.
Suatu sore, Semar mengajak Gareng, Petruk, dan Bagong berkumpul di balai desa.
“Anak-anak sekarang tangannya lincah menggeser layar, tapi semakin kaku saat berjabat tangan dengan tetangga,” ujar Semar sambil tersenyum.
Petruk yang terkenal usil menjawab, “Betul, Rama. Bahkan kalau ketemu teman sebelah rumah, lebih sering kirim emoji daripada menyapa langsung.”
Semua tertawa.
Kemudian Semar mengeluarkan satu set kartu Domino atau yang dikenal warga sebagai Orado.
“Ayo kita hidupkan kembali permainan yang mempererat persaudaraan ini,” kata Semar.
Malam itu warga mulai berkumpul. Dari pemuda, bapak-bapak hingga para lansia duduk melingkar memainkan Orado. Suasana yang lama hilang kembali terasa. Tawa pecah saat ada pemain salah langkah, sorak gembira terdengar ketika seseorang berhasil memenangkan permainan.
Gareng bertanya, “Apa sebenarnya manfaat permainan Orado ini, Rama?”
Semar menjelaskan dengan bijak.
“Orado bukan sekadar permainan. Banyak pelajaran yang bisa diambil. Pertama, melatih konsentrasi dan daya ingat karena pemain harus memperhatikan angka serta strategi lawan. Kedua, melatih kesabaran dan kemampuan mengambil keputusan. Ketiga, menjadi sarana silaturahmi karena dimainkan bersama-sama.”
Bagong menimpali, “Yang paling penting, tidak membuat mata perih karena terlalu lama melihat layar gadget.”
Warga kembali tertawa.
Sejak saat itu, setiap pekan diadakan kumpul bersama bermain Orado. Anak-anak mulai belajar berinteraksi langsung, para pemuda kembali aktif bersosialisasi, dan para orang tua memiliki ruang untuk bertukar pengalaman.
Semar kemudian berpesan:
“Teknologi bukan musuh. Gadget tetap penting untuk belajar dan bekerja. Namun jangan sampai layar yang kecil membuat hati kita semakin jauh. Sesekali letakkan gadget, duduklah bersama keluarga dan tetangga. Sebab kebersamaan adalah permainan terbaik dalam kehidupan.”
Permainan Domino (Orado) dapat menjadi sarana hiburan yang positif, mempererat persaudaraan, melatih konsentrasi dan strategi, serta membantu mengurangi ketergantungan terhadap gadget sehingga hubungan sosial di masyarakat tetap terjaga.
Oleh : Doni Kurniawan (Founder Ngalamutas.com)
![]()







