MALANG, NGALAMUTAS.COM – Sebuah rumah milik warga di Jalan Muharto Gang 5, RT 07/RW 09, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang, ambruk pada Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Diduga, penyebab utama ambruknya rumah tersebut adalah kondisi saluran air di samping rumah yang sudah rusak parah.
Rumah yang diketahui milik Sukandar ini ambruk setelah saluran air yang berada persis di samping rumahnya jebol. Warga setempat mengungkapkan bahwa saluran air tersebut sudah lama tidak mendapatkan perbaikan, bahkan mencapai hampir 10 tahun. Kondisi ini diperparah dengan musim hujan yang mulai tiba, meningkatkan volume air yang mengalir melalui saluran tersebut.
Sukandar, pemilik rumah, mengaku sudah melaporkan kondisi saluran air yang memprihatinkan ini kepada perangkat RT dan RW setempat sejak dua bulan lalu. Ia juga menuturkan bahwa sebelum kejadian, dinding rumahnya sudah mulai retak dan jalan di samping rumahnya ambles.
“Sebelum rumah saya ambruk, sudah saya sampaikan kepada RT/RW dua bulan sebelumnya. Jalan samping rumah ambles dan dinding rumah mulai retak. Pak RT bilang sudah disampaikan ke LPMK, tapi tidak dihiraukan,” ujar Sukandar dengan nada kecewa.
Saluran air tersebut merupakan jalur utama yang mengalirkan air dari beberapa RT di kawasan atas permukiman padat penduduk tersebut. Sukandar khawatir, jika tidak segera diperbaiki, kerusakan serupa dapat terjadi pada rumah warga lainnya.
Hingga saat ini, belum ada tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun dinas terkait. Warga sekitar semakin resah, mengingat musim hujan telah tiba dan debit air semakin meningkat. Mereka berharap Pemerintah Kota Malang segera mengambil tindakan cepat untuk mencegah terjadinya bencana lanjutan.
Ketua RT setempat, Suhadi, dan Ketua RW, Sapi’i, membenarkan bahwa mereka telah menerima laporan dari warga terkait kondisi saluran air tersebut. Namun, hingga kini mereka masih menunggu tindak lanjut dari pihak terkait.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan saluran air untuk mencegah adanya korban dan kerusakan rumah lain di kawasan tersebut. Mereka khawatir, jika saluran air tersebut terus dibiarkan dalam kondisi rusak, akan menimbulkan dampak yang lebih besar, terutama saat musim hujan dengan debit air yang tinggi.
“Kalau musim hujan dan debit air besar, saluran ini bisa makin parah. Mohon segera diperbaiki, karena ini satu-satunya jalur air dari beberapa RT,” tegas Sukandar pada awak media.
(LS, Team)














