KOTA MALANG-NGALAMUTAS.COM-Proyek pembangunan drainase di wilayah RT 5 RW 3 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur, menjadi sorotan warga sekitar. Pasalnya, proyek yang seharusnya meningkatkan infrastruktur jalan ini justru terbengkalai dan menimbulkan berbagai masalah.
Novi Andre, salah satu warga yang bekerja di sekitar lokasi proyek, mengungkapkan bahwa rencana pelaksanaan pembangunan drainase ini diinformasikan pada tanggal 8 Oktober 2025 oleh Ketua RW bersama Ketua LPMK kepada warga dan para pelaku usaha di area pembangunan.
Namun, Novi Andre merasa bahwa sosialisasi yang dilakukan tidak cukup detail, sehingga menimbulkan kesalahpahaman di kalangan warga.
“Saya sampaikan bahwa seharusnya pra pekerjaan dilaksanakan pihak pelaksana bersama DPUPR melakukan sosialisasi terkait volume atau panjang bangunan drainase, waktu pengerjaan, metoda kerja, dan siapa yang menjadi pelaksana proyek,” ujar Novi Andre, Rabu, (22/10/2025).
Novi Andre juga mempertanyakan mengapa pemasangan U-Ditch tidak dilakukan pembuatan lantai kerja terlebih dahulu dan sambungan U-Ditch tidak dilakukan penyambungan dengan cara cor atau plesteran.
“Apakah memang sudah sesuai dengan DED dan RAB? Masyarakat tidak ada yang tahu,” katanya.
Proyek yang terhenti selama hampir satu minggu tanpa ada alasan dan pemberitahuan lebih lanjut kapan pekerjaan akan dilaksanakan kembali ini telah menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.
Setidaknya dua usaha yang terkena imbas tidak dapat beroperasi, yaitu usaha warung Bu Rus yang sempat tutup selama satu minggu dan usaha bengkel cat mobil yang menolak tujuh pekerjaan cat mobil karena aksesnya tidak dapat dilewati.
“Kondisi warung yang tutup seminggu dan baru buka dua hari ini, kondisi drainasenya terbengkalai dan menimbulkan aroma yang kurang sedap,” tambah Novi Andre.
Masih dalam keterangannya,, informasi dari salah satu pengawas proyek menyebutkan bahwa pekerjaan belum berlanjut karena masih menunggu jadwal alat berat. Anggaran untuk proyek ini sendiri, informasinya berasal dari APBD Kota Malang.
Warga sekitar berharap agar proyek ini dapat segera diselesaikan dan tidak menimbulkan masalah lebih lanjut.
“Kami hanya ingin agar proyek ini dapat selesai dengan baik dan tidak menimbulkan masalah bagi warga sekitar,” kata Novi Andre. (Bersambung/K&D)














