BLORA, NGALAMUTAS.COM – Krisis Murid! SDN 1 Temengeng Blora Jalani Tahun Ajaran Baru Tanpa Siswa Kelas 1
Krisis Murid! SDN 1 Temengeng Blora Jalani Tahun Ajaran Baru Tanpa Siswa Kelas 1
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Temengeng, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, harus memulai tahun ajaran 2026/2027 tanpa kehadiran satu pun siswa baru di kelas I.
Kondisi tersebut dipastikan bukan karena adanya perpindahan siswa ke sekolah swasta, melainkan lantaran jumlah anak usia masuk SD di Desa Temengeng sangat minim.
Kepala Dinas Pendidikan Blora, Sunaryo, mengatakan pihaknya telah melakukan survei langsung ke SDN 1 Temengeng untuk mengetahui penyebab sekolah tersebut tidak memperoleh peserta didik baru.
Hasilnya, sumber calon siswa di sekolah itu hanya berasal dari taman kanak-kanak (TK) yang berada di dekat SDN 1 Temengeng. Dari total 16 anak yang lulus tahun ini, hampir seluruhnya memilih melanjutkan ke SDN 2 Temengeng.
“Sumbernya (murid baru) kan TK sebelahnya SDN Temengeng 1. (Tahun ini) Sekitar 16 anak dari situ. Awalnya ada 1 anak yang kesana (SDN 1 Temengeng), yang lainya memilih SDN 2, karena rumahnya dekat SDN 2,” ujar Sunaryo, Selasa (7/7/2026).
Menurut Sunaryo, faktor jarak rumah menjadi alasan utama para orang tua menentukan pilihan sekolah. Bahkan, Dinas Pendidikan telah mencoba mencari solusi dengan mempertemukan koordinator wilayah (Korwil) bersama kepala SDN 1 dan SDN 2 Temengeng agar ada pemerataan jumlah siswa.
“Sudah saya temukan, gimana kalau dari SDN 2 Temengeng memberikan 3 siswa ke SDN 1 Temengeng. Tapi ternyata dari orang tua tidak berkenang, lah pertimbangan itu,” beber Sunaryo.
Ia menegaskan, di Desa Temengeng tidak terdapat sekolah dasar swasta sehingga tidak ada persaingan dengan sekolah negeri. Persoalan utama yang dihadapi SDN 1 Temengeng murni karena minimnya jumlah anak usia sekolah dasar.
“Makanya memang masalah utama inputnya, sumber muridnya tidak ada,” sambungnya.
Sunaryo juga memastikan tidak ada anak usia sekolah di Desa Temengeng yang putus sekolah. Menurutnya, nihilnya peserta didik baru di SDN 1 Temengeng semata-mata disebabkan terbatasnya jumlah calon siswa.
Meski demikian, aktivitas pembelajaran di sekolah tersebut tetap akan berjalan seperti biasa meskipun tidak memiliki siswa kelas I pada tahun ajaran ini.
“Bagaimana pun, akhirnya tetap jalan, kelas satunya tidak dapat murid,” katanya.
Terkait kemungkinan penggabungan sekolah atau re-grouping, Dinas Pendidikan Blora belum mengambil keputusan. Evaluasi baru akan dilakukan setelah melihat perkembangan penerimaan peserta didik pada tahun ajaran 2027/2028. Demografi
“(Potensi Re-grouping) Kita lihat tahun depan. Kita lihat perkembangannya,” tambahnya.
Sunaryo menambahkan, kondisi serupa sempat terjadi di SDN 2 Kunden, Kecamatan Blora.
Namun, sekolah tersebut akhirnya berhasil memperoleh beberapa siswa baru setelah dilakukan pendekatan kepada masyarakat.
“Akhirnya kita ngerayu-ngerayu dapat murid. Maksut saya di Temengeng itu juga begitu, minimal ada tiga siswa baru,” tandasnya.
Sumber : Inilahjateng.
(Tarniati)
![]()







