PAMEKASAN, NGALAMUTAS.COM – Suasana haru dan emosi yang mendalam menyelimuti Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, pada Minggu (12/4/2026).
Ribuan petani tembakau dari berbagai penjuru Madura memadati lokasi, tak kuasa menahan isak tangis saat iring-iringan mobil membawa sosok yang mereka sebut sebagai “Pahlawan Tembakau”, Khairul Umam atau akrab disapa Haji Her, tiba di kediamannya.
Sejak pukul 08.00 WIB, massa telah menunggu dengan sabar. Begitu Haji Her melangkah turun dari kendaraan, gelombang manusia langsung berdesakan ingin mendekat, memeluk, dan bersalaman. Suasana semakin terharu saat gemuruh teriakan Allahuakbar bersahutan dengan lantunan selawat yang syahdu, bercampur dengan linangan air mata bahagia.
Sosok Haji Her tampak tersenyum hangat, terus melambaikan tangan menyapa warga yang setia menunggunya usai memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.
“Beliaulah Penyelamat Kami”
Bagi para petani, kedatangan Haji Her bukan sekadar kepulangan seorang pengusaha, melainkan kembalinya harapan. Salah satu warga, Ernawati, yang rela menempuh perjalanan jauh dari Sumenep, mengaku air matanya tak terbendung melihat sang tokoh kembali dengan selamat.
“Kami menangis karena sangat haru melihat Haji Her bisa pulang dengan sehat dan selamat. Bagi kami, beliau bukan sekadar pembeli, tapi penyelamat hidup ribuan keluarga petani,” ucapnya dengan suara bergetar.
Dukungan serupa disampaikan oleh Sulaiman (51). Ia mengenang masa-masa kelam sebelum tahun 2022, di mana harga tembakau anjlok dan tak ada yang mau membelinya. Namun, semua berubah sejak Haji Her hadir dan berjuang.
“Selama lebih dari empat tahun ini kami bisa tersenyum, harga tembakau mahal dan hidup kami jadi lebih layak. Beliau yang mengubah nasib kami di empat kabupaten: Pamekasan, Sumenep, Sampang, dan Bangkalan,” tambahnya bangga.
Harapan di Tengah Keresahan
Kabar kepulangan Haji Her usai diperiksa oleh KPK sempat menjadi duka tersendiri bagi para petani. Mereka khawatir nasib tanaman dan harga tembakau akan terganggu.
“Kami berharap tidak ada lagi kabar sedih seperti ini. Kami butuh makan, dan kami butuh Haji Her tetap ada di tengah kami untuk memperjuangkan harga yang layak,” ujar Sulaiman dengan mata berkaca-kaca.
Menanggapi sambutan luar biasa tersebut, Haji Her menilai air mata dan kerinduan warga adalah bentuk keresahan sekaligus dukungan besar menjelang musim panen yang akan datang.
“Mungkin mereka resah karena sebentar lagi panen tiba. Sambutan ini adalah suntikan semangat bagi saya untuk terus berjuang,” tegas Haji Her singkat namun penuh makna.
Ia pun menegaskan komitmennya untuk tetap konsisten memastikan harga tembakau tahun ini tetap tinggi dan menguntungkan bagi petani kecil, sebagaimana janjinya selama ini.
LS – Ngalamutas.com
![]()














