Kecelakaan Kerja Tewas di PT ASL Shipyard Batam: Pekerja Subkontraktor Tersengat Listrik

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM (KEPRI), NGALAMUTAS.COM – Seorang pekerja subkontraktor dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersengat aliran listrik saat bekerja di PT ASL Shipyard, kawasan Tanjunguncang, Kecamatan Batu aji, Batam, Senin (29/12/2025) sore.

Insiden ini menambah daftar kecelakaan kerja di industri perkapalan Batam dan kembali menyoroti urgensi penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang ketat.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Korban yang berinisial RS sempat mendapatkan pertolongan dari rekan kerja sebelum segera dievakuasi menuju Rumah Sakit Elisabeth di Sei Lekop, Sagulung. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kapolsek Batu aji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, telah membenarkan adanya dugaan kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa. “Benar, ada satu orang meninggal dunia. Saat ini masih kami dalami, tim masih di lokasi,” ujarnya secara singkat.

Hingga saat ini, identitas korban belum dirilis secara resmi. Selain itu, pihak manajemen PT ASL Shipyard maupun aparat terkait juga belum memberikan keterangan lengkap mengenai kronologi kejadian serta penyebab pasti insiden tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab insiden dan mengevaluasi prosedur K3 yang diterapkan di lokasi.

Kasus ini menjadi sorotan kembali karena kawasan industri perkapalan Batam seringkali menjadi lokasi kecelakaan kerja akibat lingkungan kerja yang berisiko tinggi, seperti paparan energi listrik, beratapi, dan peralatan berat.

Hal ini menuntut pihak pengusaha dan pengelola industri untuk lebih serius dalam menerapkan aturan K3, mulai dari pelatihan bagi pekerja, pemeriksaan rutin peralatan, hingga penegakan disiplin dalam penggunaan peralatan pelindung diri (APD).

Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru