Kampung Sedekah TJS06 Gelar Kegiatan ke-26, Perkuat Ketahanan Pangan dan Kemandirian Warga Tunjungsekar

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG-NGALAMUTAS.COM – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan RW 06, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Melalui program Kampung Sedekah TJS06, masyarakat membangun gerakan berbagi berbasis swadaya untuk memperkuat solidaritas, membantu memenuhi kebutuhan pangan, serta mendorong kemandirian warga secara berkelanjutan.

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, Kampung Sedekah TJS06 kembali menggelar kegiatan ke-26 dengan mengusung tema “Bersama, Berbagi, Bermanfaat”, Kegiatan berlangsung di Jalan Ikan Gurami, tepatnya di depan Gudang PT Marvelindo Putra Mandiri, RT 05 RW 06, Kelurahan Tunjungsekar, Kota Malang, (11/10/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kelurahan Tunjungsekar, pengurus RT dan RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas, tim penggerak Kampung Sedekah, serta masyarakat setempat. Dukungan juga datang dari pihak sponsor, yakni Sekawan Motor dan Bank BTN.

Rangkaian acara diawali dengan senam pagi bersama, dilanjutkan edukasi mengenai gerakan Kampung Sedekah, penyaluran bantuan kepada kaum duafa, pembagian sayur gratis, serta program tebus murah sembako. Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan, kegiatan ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, menjaga kesehatan, dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.

Dalam sambutannya, Waluyo Safari, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan Kampung Sedekah TJS06. Ia secara khusus mengapresiasi tim penggerak, pengurus RT dan RW, serta masyarakat yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan senam pagi maupun aksi sosial.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar pembagian kebutuhan pangan. Kampung Sedekah menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendorong masyarakat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan harmonis.

Waluyo juga menyoroti perkembangan RW 06 selama dua tahun terakhir, terutama dalam aspek ekonomi, pembangunan lingkungan, dan aktivitas kemasyarakatan. Kehadiran sejumlah usaha baru, termasuk Rumah Makan Kali Urang, turut menjadi bagian dari dinamika perkembangan wilayah tersebut.

Ia berharap kemajuan lingkungan dapat diiringi dengan terjaganya kerukunan, kekompakan, dan semangat gotong royong. Dengan demikian, berbagai program kemasyarakatan tidak hanya berjalan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Waluyo turut menyambut personel Bhabinkamtibmas yang baru bertugas di wilayah Tunjungsekar sebagai pengganti personel sebelumnya. Sinergi antara masyarakat, aparat kewilayahan, komunitas, dunia usaha, dan insan pers dinilai penting untuk memperluas dukungan terhadap kegiatan sosial.

Sementara itu, Ketua RW 06 Tunjungsekar, Drs. Sarju, M.Pd., menjelaskan bahwa keberlangsungan Kampung Sedekah selama lebih dari dua tahun tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dan dukungan para donatur.

Program tersebut dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan mengutamakan transparansi, semangat kebersamaan, dan pengelolaan yang berorientasi pada kebutuhan warga.

Pengadaan paket sembako dilakukan melalui iuran serta sedekah sukarela masyarakat. Adapun kebutuhan pangan segar, seperti sayur-mayur, lauk-pauk, dan buah-buahan, diperoleh melalui dukungan donatur lokal.

“Program ini sudah berjalan rutin setiap bulan selama dua tahun berkat partisipasi aktif masyarakat. Paket sembako kami himpun dari swadaya warga, sedangkan sayur, lauk-pauk, dan buah-buahan didukung oleh donatur. Prinsip kami adalah membangun sistem yang transparan dan berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh lingkungan sendiri,” ungkap Sarju.

Pola pengelolaan tersebut menunjukkan bahwa gerakan pemberdayaan masyarakat tidak harus sepenuhnya bergantung pada bantuan dari luar. Potensi lokal, kepedulian sosial, serta kepercayaan antarwarga dapat menjadi modal penting untuk membangun sistem dukungan sosial yang berkelanjutan.

Melalui keterlibatan langsung masyarakat, Kampung Sedekah berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa membantu sesama merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari lingkungan terkecil

Lebih lanjut, Sarju menjelaskan bahwa konsep pemberdayaan Kampung Sedekah RW 06 dibangun di atas empat pilar utama, yakni kemandirian, pemberdayaan, berjamaah, dan amal jariah.

Keempat pilar tersebut menjadi landasan untuk mengembangkan gerakan sosial yang tidak berhenti pada penyaluran bantuan pangan. Kampung Sedekah juga diarahkan menjadi sarana peningkatan kualitas hidup, penguatan solidaritas, dan pemeliharaan martabat masyarakat.

Penerima manfaat program ini tidak dibatasi oleh usia maupun latar belakang agama. Cakupannya meliputi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari balita hingga lanjut usia, baik warga muslim maupun nonmuslim.

Selain bidang sosial dan pangan, pengembangan program juga diarahkan pada sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, spiritual, serta lingkungan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjadikan Kampung Sedekah sebagai gerakan pemberdayaan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan warga.

Menurut Sarju, tujuan utama program ini adalah mendorong masyarakat agar semakin mandiri dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi terhadap lingkungan sekitarnya.

“Tujuan utama kita adalah menjadikan masyarakat mandiri dan bermartabat. Kami ingin menerapkan konsep di mana warga yang tadinya penerima manfaat, seiring berjalannya waktu dapat berdaya hingga akhirnya mampu menjadi pemberi manfaat bagi warga lainnya,” tegasnya.

Prinsip tersebut menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima bantuan, melainkan sebagai subjek pembangunan sosial. Setiap warga memiliki kesempatan untuk berkembang, meningkatkan kapasitas diri, dan berperan aktif membantu sesama sesuai kemampuan masing-masing.

Pelaksanaan kegiatan ke-26 menjadi penanda konsistensi Kampung Sedekah TJS06 dalam menjaga gerakan berbagi yang tumbuh dari lingkungan masyarakat sendiri. Kaderisasi, keteladanan para penggerak, keterlibatan warga, serta dukungan donatur menjadi unsur penting untuk mempertahankan keberlangsungan program.

Melalui kegiatan bulanan, masyarakat tidak hanya memperoleh akses terhadap kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat interaksi sosial dan membangun rasa saling memiliki terhadap lingkungan.

Program ini sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan sosial berbasis masyarakat dapat berkembang menjadi model pemberdayaan apabila didukung tata kelola yang baik, keterbukaan, serta partisipasi warga secara konsisten.

Dengan semangat “Bahagia Warganya, Berkah Kampungnya”, Kampung Sedekah TJS06 diharapkan terus menjadi inspirasi bagi lingkungan lain di Kota Malang dalam membangun solidaritas, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kemandirian masyarakat.

Keberhasilan gerakan ini pada akhirnya tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong merupakan modal sosial penting dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan bermartabat.

Pewarta: Silla

Editor    : Kim

Loading

Berita Terkait

Semarak HUT ke-43, Srikandi PP Kota Malang Turun Langsung Bersihkan Lingkungan dan Baksos 
Klenteng Eng An Kiong Malang Gelar Ritual She Jien Kiem Sin, Tebarkan Pesan Welas Asih Dewi Kwan Im
Rayakan HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Malang Padukan Konvoi Kebangsaan dan Aksi Sosial
Festival Dolanan Anak di GOR Ken Arok, 17 Permainan Tradisional Dikenalkan kepada Anak PAUD
Kapolresta Malang Kota Edukasi Siswa SMAN 4 tentang Bahaya Cyber Crime, NAPZA, dan Bullying
Kapolresta Malang Kota Apresiasi Aksi Damai Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pengguna Jalan
Tekan Pengangguran, Ketua DPRD Kota Malang Desak Pendataan Tenaga Kerja Menyeluruh
Semeru Institute Soroti Karhutla dan Korupsi, Komitmen Pemerintahan Prabowo-Gibran Diuji

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Semarak HUT ke-43, Srikandi PP Kota Malang Turun Langsung Bersihkan Lingkungan dan Baksos 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Klenteng Eng An Kiong Malang Gelar Ritual She Jien Kiem Sin, Tebarkan Pesan Welas Asih Dewi Kwan Im

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rayakan HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Malang Padukan Konvoi Kebangsaan dan Aksi Sosial

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:58 WIB

Festival Dolanan Anak di GOR Ken Arok, 17 Permainan Tradisional Dikenalkan kepada Anak PAUD

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:55 WIB

Kapolresta Malang Kota Edukasi Siswa SMAN 4 tentang Bahaya Cyber Crime, NAPZA, dan Bullying

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Tekan Pengangguran, Ketua DPRD Kota Malang Desak Pendataan Tenaga Kerja Menyeluruh

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Semeru Institute Soroti Karhutla dan Korupsi, Komitmen Pemerintahan Prabowo-Gibran Diuji

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Momentum Sumpah Pemuda 2026, SMKN 12 Malang Gelar Sosialisasi Hukum Season 2, Cegah Bullying Sejak Dini

Berita Terbaru