Kampung Budaya Polowijen Rayakan Hari Tari Sedunia dengan Spirit “Njowo”.

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertunjukan tari topeng Malang di Kampung Budaya Polowijen (KBP) dalam peringatan Hari Tari Sedunia.

i

Pertunjukan tari topeng Malang di Kampung Budaya Polowijen (KBP) dalam peringatan Hari Tari Sedunia.

KOTA MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Peringatan Hari Tari Sedunia yang jatuh setiap 29 April menjadi momentum penting bagi para pelaku seni untuk merayakan sekaligus melestarikan warisan budaya. Di Kota Malang, semangat tersebut terasa kuat dalam gelaran yang berlangsung di Kampung Budaya Polowijen, Rabu (29/4/2026).

Mengusung tema “Kampung Budaya Polowijen Njowo”, kegiatan ini digelar di Pawon Kampung Budaya Polowijen sebagai ruang ekspresi sekaligus edukasi budaya, dengan fokus pada penguatan seni tari tradisional, khususnya Tari Topeng Malang.

Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Ki Demang, menjelaskan bahwa konsep “Njowo” atau njawani memiliki makna filosofis yang dalam.

“Njowo itu bukan sekadar identitas, tetapi kesadaran akan jati diri. Di dalamnya ada nilai budi pekerti, etika, kebijaksanaan, dan harmoni dengan alam serta sesama,” ujarnya.

Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan filosofi dalam seni tari topeng, khususnya Tari Topeng Grebeg Jowo yang menjadi fokus pembelajaran tahun ini.

Sebanyak 25 catrik tari turut ambil bagian dalam pergelaran ini dengan menampilkan berbagai tarian tradisional khas Malang. Pada kategori tari putri, dipentaskan Tari Beskalan Putri Malang, Tari Sekarsari, dan Tari Beksan Malang. Sementara Tari Ragil Kuning tampil sebagai penutup rangkaian acara yang berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.

Tak hanya itu, kekayaan seni pertunjukan semakin terasa melalui ragam Tari Topeng Malang, di antaranya Topeng Grebeg Sabrang, Grebeg Jowo, Topeng Bapang, Topeng Gunungsari, hingga Topeng Patih Kembar. Penampilan lain seperti Tari Dolan Jaran, Tari Bujang Ganong, dan Tari Gandrung Salam Kerong turut memeriahkan panggung budaya tersebut.

Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari Mamik Dwi Purwaningsih, penyiar senior Saluran Budaya Pro 4 RRI Malang sekaligus Kepala Sekolah Duta Budaya Malang. Ia menilai Kampung Budaya Polowijen memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi.

“Minat dan bakat anak-anak di sini luar biasa. Kampung Budaya Polowijen punya kekhasan yang kuat sebagai ruang pelestarian tari tradisional, khususnya topeng Malang,” ungkap perempuan yang akrab disapa Budhe Mey.

Ia juga mendorong agar pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar terhadap peringatan Hari Tari Sedunia di masa mendatang.

“Ke depan, akan lebih baik jika difasilitasi dalam skala besar agar sanggar-sanggar bisa tampil bersama. Ini bukan hanya memperkuat ekosistem seni, tapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan seni pertunjukan.

“Kota Malang adalah kota pendidikan. Potensinya besar sekali untuk menghadirkan pertunjukan tari lintas daerah bahkan mancanegara, karena mahasiswa datang dari berbagai latar budaya,” jelasnya.

Peringatan Hari Tari Sedunia di Kampung Budaya Polowijen tahun ini tidak sekadar menjadi ajang pertunjukan, melainkan juga ruang refleksi dan penguatan identitas budaya. Dalam semangat “Njowo”, seni tari hadir bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga tuntunan—yang mengajarkan nilai kehidupan dan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan leluhur.

(KIM)

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru