KOTA MALANG-NGALAMUTAS.COM-Yayasan Sosial Hakka Malang sukses menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Hakka ke-20 yang dihadiri oleh berbagai tokoh dan komunitas, termasuk Novi Basuki, seorang pakar sastra dan budaya Tionghoa, Jumat (31/10/2025).
Dalam kesempatan ini, Novi Basuki memberikan sesi motivasi yang berlangsung selama 30 menit, membahas tentang pentingnya membangun hubungan yang baik antara Indonesia dan Tiongkok.
Novi Basuki, yang juga dikenal sebagai Wang Xiaoming, menekankan pentingnya memperbarui kacamata pandang kita untuk melihat Tiongkok yang terus berubah.
Ia menyatakan bahwa masih banyak orang Indonesia yang memandang Tiongkok dengan kacamata Perang Dingin, sehingga perlu dilakukan perubahan perspektif untuk membangun hubungan yang lebih baik.
“Menurut saya, perlu memperbarui kacamata untuk melihat Tiongkok yang setiap hari berubah. Kita tidak bisa menggunakan kacamata tahun 65 untuk melihat Tiongkok yang sudah banyak berubah sejak era Deng Xiaoping,” ujarnya.
Novi Basuki juga membahas tentang pentingnya bahasa dan budaya dalam membangun hubungan antara Indonesia dan Tiongkok.
Ia berharap bahwa semakin banyak orang Indonesia yang mempelajari bahasa Mandarin dan budaya Tiongkok, maka akan semakin banyak kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih baik antara kedua negara.
“Kalau makin banyak santri yang bisa bahasa Mandarin, semakin banyak santri yang menuntut ilmu sampai ke Tiongkok. Maka menurut saya, Indonesia akan punya harapan yang tepat,” kata Novi Basuki.
Dalam kesempatan ini, Novi Basuki juga menerima penghargaan dari Hakka dan Jaket kulit dari perwakilan SSK.
Acara HUT Hakka ke-20 ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan pertunjukan Traditional Chinese Music dari SALLY, meninggalkan kesan mendalam akan keragaman budaya dan kebersamaan di antara hadirin. (Kim).














