Hari Bhayangkara ke-80, Sam Tito : Sinergi Masyarakat dan Polri Jadi Pilar Keamanan Nasional.

- Redaksi

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 menjadi momentum penting bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperkuat transformasi menuju institusi yang semakin profesional, modern, transparan, dan dipercaya masyarakat. Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat,” peringatan tahun ini menegaskan komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum di tengah tantangan bangsa yang terus berkembang.

Presiden Direktur Kantor Hukum Yustitia Indonesia (KHYI), KRA. Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., mengatakan Hari Bhayangkara tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum evaluasi sekaligus penguatan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Selama 80 tahun, Polri telah menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Tantangan ke depan semakin kompleks sehingga profesionalisme, integritas, dan kedekatan dengan masyarakat harus terus diperkuat,” ujar Sam Tito sapaan akrab KRA. Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah menghadirkan berbagai tantangan baru, mulai dari kejahatan siber, penyalahgunaan narkotika, tindak pidana perdagangan orang, penyebaran hoaks, hingga berbagai ancaman terhadap stabilitas keamanan nasional. Kondisi tersebut menuntut Polri untuk terus beradaptasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan maupun penegakan hukum.

Ia menegaskan, keberhasilan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Ketika kamtibmas terjaga dengan baik, maka investasi akan tumbuh, aktivitas ekonomi berjalan lancar, dunia pendidikan berkembang, dan masyarakat dapat menjalankan kehidupan dengan aman serta nyaman,” kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Malang Raya ini.

Sam Tito juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan sekaligus pengawasan yang objektif terhadap kinerja kepolisian.

“Kritik yang konstruktif merupakan bagian dari demokrasi. Polri membutuhkan dukungan masyarakat agar proses reformasi kelembagaan terus berjalan. Sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat akan melahirkan penegakan hukum yang berkeadilan serta pelayanan publik yang semakin berkualitas,” ungkapnya

Memasuki usia ke-80, Polri diharapkan mampu memperkuat transformasi menuju institusi yang semakin adaptif, akuntabel, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. Penguatan integritas personel, peningkatan profesionalisme, serta inovasi berbasis teknologi dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan keamanan nasional di masa mendatang.

Semangat “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” diharapkan tidak hanya menjadi slogan peringatan Hari Bhayangkara, tetapi menjadi komitmen bersama untuk mempererat sinergi antara Polri, pemerintah, dunia usaha, akademisi, media massa, tokoh masyarakat, dan seluruh warga negara dalam menjaga persatuan, menciptakan keamanan, serta mendukung pembangunan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

Saat ini, selain menjabat Presiden Direktur KHYI dan Ketua DPC GANN Malang Raya, Sam Tito juga di beri amanah menahkodai Ketua DPC Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) serta Ketua Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (PAKASA) untuk wilayah Malang Raya.

(Kim)

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru