Filosofi Markisa dan Transformasi Kupu-Kupu: CKI Luncurkan Batik Eksklusif di Hari Ibu.

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUPATEN MALANG, NGALAMUTAS.COM – Memperingati Hari Ibu dengan cara yang elegan dan produktif, Yayasan Citra Kebaya Indonesia (CKI) menggelar perhelatan akbar bertajuk “Perempuan Berdaya dan Berkarya: Menuju Indonesia Emas 2045”. Bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Selasa (23/12/2025), acara ini menjadi tonggak sejarah baru bagi CKI dengan peluncuran motif batik jarik khas organisasi tersebut.

​Nuansa budaya terasa kental sejak pagi. Sebelum diskusi dimulai, para anggota CKI dari pelosok Kabupaten Malang berkumpul di area belakang pendopo untuk melakukan prosesi membatik bersama hingga tuntas. Menariknya, motif yang digarap merupakan perpaduan antara identitas CKI dengan motif Garudeya, yang telah dipatenkan sebagai motif khas Kabupaten Malang.

​Ketua Yayasan CKI, Rini Pertiwi, menjelaskan bahwa peluncuran motif jarik ini merupakan buah pemikiran mendalam selama lima tahun perjalanan yayasan. Motif ini bukan sekadar corak, melainkan untaian doa dan filosofi hidup bagi perempuan Indonesia.

​”Kami mengangkat buah markisa sebagai simbol utama. Markisa melambangkan ketangguhan dan daya adaptasi manusia yang mampu tumbuh di berbagai kondisi. Kami ingin anggota CKI menjadi pribadi yang kuat dan siap menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter,” tutur Rini Pertiwi.

​Selain markisa, motif tersebut dihiasi elemen Melati Putih yang melambangkan kesucian niat, serta Gunungan yang merepresentasikan dinamika naik-turunnya roda kehidupan. Tidak ketinggalan, simbol Kupu-Kupu disematkan sebagai perlambang transformasi dan proses pendewasaan diri perempuan menuju kematangan.

​Acara inti diisi dengan talkshow inspiratif yang menghadirkan Hanik Dwi Martya P., S.Farm., M.AP sebagai keynote speaker dan Ir. Nila Wardani (Direktur Ruang Mitra Perempuan) sebagai pembicara tamu. Diskusi ini mengupas tuntas peran strategis perempuan dalam menjaga jati diri bangsa melalui pelestarian kebaya dan batik, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif.

​Kehadiran berbagai organisasi lintas sektor menambah bobot acara ini, mulai dari Disperindag Kabupaten Malang, Srikandi Pemuda Pancasila, hingga Perempuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dan Komunitas Jantung Sehat. Selain diskusi, audiens juga dimanjakan dengan bazar UMKM lokal dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

​Semangat pelestarian kebaya tidak hanya menggema di Pakisaji. Di tempat terpisah, tepatnya di Malang Town Square (Matos), Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KCBI) Malang Raya turut menyemarakkan Hari Ibu dengan Parade Kebaya dan Berkain.

​Diikuti lebih dari 70 peserta, panggung catwalk Matos berubah menjadi lautan kebaya yang anggun. Para peserta dinilai langsung oleh dewan juri dari berbagai komunitas perempuan Malang. Suasana semakin semarak dengan suguhan tari-tarian khas Malangan yang mengiringi langkah para peserta parade.

​Rini Pertiwi menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk perlawanan terhadap pudarnya identitas bangsa di tengah arus modernisasi.

​”Pelestarian batik dan kebaya bukan sekadar soal busana, melainkan upaya menjaga jati diri. Melalui logo CKI yang menampilkan sosok wanita berkonde dengan batik salur khas Malang, kami ingin memastikan ada regenerasi nilai budaya dari generasi ke generasi,” pungkasnya. (Kim).

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru