BLORA, NGALAMUTAS.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti di Desa Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah sedang menjadi sorotan. Sebab, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan diduga menyebabkan sejumlah siswa mengalami keracunan pada Senin (20/7/2026).
Sejumlah pihak terkait kemudian melakukan pengecekan ke dapur SPPG tersebut untuk mencari tahu penyebab para siswa mengalami keracunan. Dugaan sementara, para siswa mengalami keracunan seperti mual dan muntah karena susu kotak yang diminum. MBG Watch Minta Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan, Ini Alasannya Hampir 600 Hari Program MBG Berjalan, Rentetan Persoalan Masih Jadi Catatan. 
Dinkesda Blora Cek Dapur SPPG Bogowanti Cari Tahu Penyebab Keracunan 19 Siswa SD Hasil pengecekan Di samping itu, pada pengecekan di dapur SPPG Bogowanti, ditemukan sejumlah kemasan minyak goreng merek MinyaKita yang berjejer rapi di rak. Pemilik SPPG Bogowanti, Sumining, mengaku pihaknya sempat menggunakan minyak goreng tersebut sejak Rabu (15/7/2026). “Hari Selasa itu tanggal 14 tapi kita pakai berarti di hari Rabunya,” ucap dia saat ditemui awak media di lokasi.
Alasannya memakai minyak goreng tersebut untuk program MBG karena mengikuti para mitra SPPG lainnya. “Kok teman lain-lain kok pakai itu, akhirnya kita mengikuti. Padahal kita pakai SunCo (awalnya),” kata dia.
MinyaKita dalam program MBG tersebut. “Mitra-mitra lain, enggak usah kami sebutkan di sini. Pokoknya ada. Oh boleh toh? Ya, sudah boleh aku ikut-ikutan gitu,” terang dia. Menurutnya, harga minyak goreng merek MinyaKita lebih murah dibandingkan dengan harga minyak goreng SunCo.
Korwil SPPG larang penggunaan minyak goreng MinyaKita Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, mengatakan penggunaan MinyaKita tidak sesuai dengan ketentuan penyediaan bahan baku untuk Program MBG.
Seluruh mitra diwajibkan menggunakan bahan baku berkualitas premium demi menjaga mutu dan kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. “Sebenarnya nggak boleh. Memang untuk semua bahan baku harus pakai yang premium karena mengingat dari kualitasnya,” ujar Artika saat ditemui wartawan di dapur tersebut.
Pihaknya akan memberikan pembinaan dan imbauan kepada mitra agar tidak lagi menggunakan minyak goreng tersebut dalam program MBG. “Nanti kita memberikan imbauan kepada mitra yang menggunakan itu supaya ke depannya tidak menggunakan lagi,” terang dia.
Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan satuan tugas (Satgas) MBG Blora hingga Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) terkait sanksi yang akan diberikan karena penggunaan minyak goreng tersebut. “Nanti kita laporan dulu ke pihak SPPG terkait hasilnya, untuk sanksi dan lainnya dari pihak KPPG,” jelas dia.
(Sukirman)
![]()







