Dalami Filosofi Tiga Lapisan Tubuh, Sanggar Tari Denendar-Kusuma Laras Gelar Refleksi Gerak.

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 06:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengajar Sanggar Seni Denendar, Tri Boto Wibisono (kiri), memberikan pelatihan dan bimbingan langsung kepada para penari dari Sanggar Denendar dan Kusuma Laras di Malang, sebagai bagian dari kegiatan kolaborasi Refleksi Gerak dan Silaturahmi'. Foto (Kim)

i

Pengajar Sanggar Seni Denendar, Tri Boto Wibisono (kiri), memberikan pelatihan dan bimbingan langsung kepada para penari dari Sanggar Denendar dan Kusuma Laras di Malang, sebagai bagian dari kegiatan kolaborasi Refleksi Gerak dan Silaturahmi'. Foto (Kim)

KABUPATEN MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Nuansa Idul Fitri 1447 H menjadi momentum berharga bagi puluhan penari muda untuk memperdalam filosofi gerak. Dua wadah kesenian lintas kota, Sanggar Denendar (Malang) dan Sanggar Kusuma Laras (Gresik), menggelar kolaborasi bertajuk “Refleksi Gerak dan Silaturahmi”, Bertempat di markas Sanggar Denendar, Jalan Lilin Emas No. 18, Kabupaten Malang, Minggu (29/03/2026).


Kegiatan ini bukan sekadar latihan rutin. Para peserta diajak menyelami teknik pernapasan dan olah tubuh melalui pendekatan yang mendalam.

​Pengajar Sanggar Denendar, Tri Boto Wibisono, menjelaskan bahwa fokus utama pertemuan ini adalah memberikan ruang bagi peserta untuk melakukan refleksi diri melalui anatomi gerak. Ia memperkenalkan konsep Tiga Lapisan Tubuh sebagai landasan utama dalam menari.

Pertama lapisan atas, dominasi pada gerakan kepala sebagai pusat kendali dan ekspresi. Kemudian lapisan medium, meliputi area bahu hingga pinggang, yang menjadi pusat keseimbangan. Sedangkan lapisan bawah menjadi fokus pada kekuatan kaki sebagai fondasi pijakan bumi.

​”Gerakan tari yang harmoni lahir dari kombinasi ketiga lapisan ini. Kadang kita menguatkan satu titik, namun semuanya tetap saling bertautan,” ujar Tri Boto di sela-sela latihan yang berlangsung selama dua jam tersebut.

​Bagi Sanggar Kusuma Laras asal Gresik, kunjungan ke Malang ini memiliki arti strategis. Pemilik sanggar, Hengky Supriyanto, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting pasca sanggarnya resmi berdiri kembali (re-opening).

Semangat Kebersamaan: Para penari dari Sanggar Denendar dan Sanggar Kusuma Laras berfoto bersama setelah sesi latihan kolaboratif di Malang. Foto (Kim)

​”Kami ingin anak-anak mengenal dunia luar dan menjalin relasi. Ini adalah sarana pembelajaran untuk menerapkan gerak baru sekaligus memperluas cakrawala seni mereka di luar kelas,” ungkap Hengky.

​Hengky menambahkan, kolaborasi ini diharapkan berkembang menjadi program yang lebih terstruktur. Ia memimpikan adanya program pertukaran pelajar antar sanggar.

​”Ke depan, kami berharap ada kerja sama berkelanjutan. Anak-anak Malang bisa belajar tari khas Gresik, dan sebaliknya, anak-anak kami bisa mendalami ilmu Tari Topeng Malang langsung di daerah asalnya,” tambah Hengky.

Usai merampungkan sesi refleksi gerak di markas Denendar, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Padepokan Seni Topeng Malang Asmoro Bangun di Kedungmonggo.

​Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai sejarah dan teknik Tari Topeng Malang yang legendaris, sekaligus menutup rangkaian agenda belajar luar kelas dengan pengalaman seni yang komprehensif.

Sebagai informasi tambahan, Di bawah nakhoda Tri Boto Wibisono dan Endra Zulaifah, Sanggar Denendar kini berkembang pesat. Saat ini, sanggar tersebut telah memiliki basis kepelatihan di tiga titik strategis, yakni Lawang, Karangploso, dan Kota Batu, dengan total peserta didik mencapai hampir 100 orang.

​Tak hanya jumlah anggota yang masif, Sanggar Denendar dikenal sebagai lumbung prestasi. Para didiknya kerap mewarnai panggung tari bergengsi, mulai dari skala lokal hingga nasional, dengan raihan berbagai penghargaan gemilang.

(KIM)

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru