Bukan Kelalaian, tapi Kejahatan Sistematis! Polisi: Pengikatan Anak di Little Aresha Adalah “SOP” demi Keuntungan

- Redaksi

Senin, 27 April 2026 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA, NGALAMUTAS.COM – Kasus kekerasan terhadap balita di Daycare Little Aresha kini terungkap lebih mengerikan. Polresta Yogyakarta menegaskan bahwa perlakuan kejam tersebut bukan sekadar kesalahan individu atau kelalaian pengasuh, melainkan sebuah pola kejahatan yang terstruktur, sistematis, dan masif yang dijadikan sebagai “Standar Operasional Prosedur” (SOP).

Tindakan tersebut diduga sengaja diterapkan sejak tahun 2018 demi efisiensi kerja dan memaksimalkan keuntungan ekonomi lembaga. Hingga saat ini, sedikitnya 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap keterlibatan pihak-pihak lainnya.

Instruksi Langsung dari Pimpinan
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan terhadap para tersangka menunjukkan kesamaan keterangan yang sangat mengerikan. Pengikatan tangan dan kaki anak-anak merupakan perintah langsung dari pimpinan yayasan.

“Ini bukan kelalaian, tapi instruksi. Keterangan 11 pengasuh konsisten, mereka diperintah untuk mengikat anak. Praktik ini bahkan diajarkan turun-temurun dari senior kepada pengasuh baru,” ungkap Kompol Riski, Senin (27/4/2026).

Polisi menilai sistem ini dibangun dengan sengaja. Tujuannya tidak lain untuk menekan beban kerja pengasuh sehingga mereka bisa menangani jumlah anak yang lebih banyak, yang pada akhirnya berujung pada peningkatan pendapatan dan keuntungan bagi pengelola.

Manipulasi dan Ancaman agar Anak Tak Berani Mengadu
Kesaksian para orang tua semakin memperkuat dugaan adanya rekayasa sistemik ini. Salah satu wali murid, Susi, menegaskan bahwa kekerasan dilakukan atas komando, bukan inisiatif sendiri.

“Ini bukan pembiaran, tapi perintah langsung dari pimpinan,” tegasnya.

Selain penyiksaan fisik, modus operandi yang terungkap juga mencakup upaya menutup-nutupi aksi melalui intimidasi dan manipulasi visual. Wali murid lain, Septian, menceritakan bahwa anak-anaknya kerap diancam agar tidak berani bercerita kepada orang tua.

“Anak-anak diancam, kalau mengadu akan diperlakukan lebih parah di hari berikutnya. Itu yang membuat mereka takut bicara,” katanya.

Bahkan, pengelola diduga melakukan rekayasa dokumentasi. Anak-anak disusun rapi, diberi selimut, dan difoto seolah-olah dalam kondisi nyaman dan terawat baik sebelum dikirim ke orang tua.

Namun, hal tersebut justru memicu kecurigaan Susi. “Foto anak saya ditidurkan terlentang dengan selimut menutup hingga leher, padahal anak saya kalau di rumah tidurnya tengkurap. Saya curiga anak saya dalam kondisi tangan dan kaki terikat di balik selimut,” ungkapnya.

Dampak Fatal pada Perkembangan Anak
Akibat praktik kejam ini, dampak yang dirasakan anak-anak sangatlah serius. Susi mengaku anaknya harus mendapatkan perawatan medis intensif karena mengalami keterlambatan perkembangan motorik yang signifikan.

“Sudah lebih dari setahun dititipkan, tapi belum bisa jalan. Kami bayar mahal, tapi anak justru disiksa,” keluhnya dengan kecewa.

⚠️ Peringatan untuk Para Orang Tua: Tetap Waspada dan Jangan Mudah Percaya!

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi seluruh orang tua. Ibu-ibu diminta untuk tetap waspada dan tidak boleh lengah, meskipun tempat penitipan tersebut terlihat mewah, memiliki izin resmi, atau menawarkan fasilitas yang bagus.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan demi keamanan buah hati:

1. Jangan hanya tergiur foto: Foto yang dikirim pengasuh bisa saja hasil rekayasa. Perhatikan detail dan kebiasaan anak Anda.
2. Perhatikan perubahan perilaku: Jika anak tiba-tiba takut pergi ke tempat penitipan, sering menangis, atau mengalami mimpi buruk, segera waspada.
3. Cek fasilitas CCTV: Pastikan pengawasan berjalan baik dan tidak ada area “buta” yang tertutup dari kamera.
4. Komunikasi intens dengan anak: Ajarkan anak untuk berani bercerita apa saja yang terjadi di luar rumah, dan yakinkan mereka bahwa orang tua akan selalu melindungi.

Semoga kasus yang memilukan ini tidak pernah terulang lagi, dan menjadi pelajaran agar kita lebih selektif serta kritis dalam memilih tempat pengasuhan anak.

LS – Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru