BLORA, NGALAMUTAS.COM -Pemerintah Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, memberikan penjelasan terkait kabar yang menyebut seorang ibu berinisial M (41) meninggal dunia karena terbebani biaya pendidikan anaknya yang hendak masuk pondok pesantren.
Setelah melakukan penelusuran langsung kepada keluarga hingga pihak pondok pesantren, pemerintah menyatakan informasi tersebut tidak sesuai dengan hasil klarifikasi yang diperoleh.
Camat Kradenan, Fitri Purwaningsih, mengatakan pihaknya telah menemui suami korban, orang tua korban, serta pengelola pondok pesantren guna memastikan informasi yang beredar.
“Hasil klarifikasi kami dengan suami korban dan orangtua, mereka menyatakan tidak ada hubungannya dengan biaya pendidikan maupun masalah ekonomi,” terangnya, Kamis (25/6/2026).
Menurut Fitri, sehari setelah peristiwa itu terjadi, pemerintah kecamatan langsung mendatangi keluarga untuk menggali informasi secara menyeluruh.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga berbincang dengan anak korban mengenai rencana pendidikan yang akan ditempuh.
Hasil penelusuran menunjukkan anak korban telah mendaftarkan diri di Pondok Pesantren Ar Rosyid, Dusun Semut, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan.
Untuk memastikan informasi yang beredar, pihak kecamatan kemudian menghubungi pengelola pondok.
“Untuk masuk SMP di sana ternyata tidak ada biaya sama sekali. Seragam, biaya makan selama mondok, hingga kebutuhan lainnya juga gratis,” jelasnya.
Berdasarkan hasil tersebut, Fitri menegaskan tidak ditemukan fakta yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan biaya pendidikan.
“Jadi kalau dikaitkan dengan biaya pendidikan, jelas tidak. Karena anaknya memang sudah mendaftar dan setelah kami konfirmasi ke sekolahnya semuanya gratis,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga memperoleh keterangan dari pihak keluarga mengenai kondisi ekonomi korban sebelum kejadian.
Menurut Fitri, suami korban menyampaikan tidak pernah ada pembicaraan mengenai kesulitan ekonomi ataupun biaya pendidikan yang dikeluhkan istrinya.
“Suaminya menyampaikan tidak ada keluhan soal ekonomi ataupun biaya pendidikan. Tidak pernah ada cerita seperti itu sebelumnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi perangkat desa dan warga sekitar, korban dikenal aktif mengikuti kegiatan keagamaan maupun aktivitas sosial di lingkungannya.
Sumber: Tribunnewsmaker.com berita dengan judul “Seorang Ibu Akhiri Hidup Diduga Gara-gara Beban Biaya Pondok Pesantren Anak, Camat: Tidak Ada Bukti”.
(Sukirman)
![]()







