Camat Kradenan Blora Bantah Ibu Di Wilayah Nyayang Gantung Diri Karna keberatan Biaya Sekolah Dan Mondok

- Redaksi

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLORA, NGALAMUTAS.COM -Pemerintah Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, memberikan penjelasan terkait kabar yang menyebut seorang ibu berinisial M (41) meninggal dunia karena terbebani biaya pendidikan anaknya yang hendak masuk pondok pesantren.

Setelah melakukan penelusuran langsung kepada keluarga hingga pihak pondok pesantren, pemerintah menyatakan informasi tersebut tidak sesuai dengan hasil klarifikasi yang diperoleh.

Camat Kradenan, Fitri Purwaningsih, mengatakan pihaknya telah menemui suami korban, orang tua korban, serta pengelola pondok pesantren guna memastikan informasi yang beredar.

“Hasil klarifikasi kami dengan suami korban dan orangtua, mereka menyatakan tidak ada hubungannya dengan biaya pendidikan maupun masalah ekonomi,” terangnya, Kamis (25/6/2026).

Menurut Fitri, sehari setelah peristiwa itu terjadi, pemerintah kecamatan langsung mendatangi keluarga untuk menggali informasi secara menyeluruh.

Oplus_16908288

Dalam kesempatan tersebut, ia juga berbincang dengan anak korban mengenai rencana pendidikan yang akan ditempuh.

Hasil penelusuran menunjukkan anak korban telah mendaftarkan diri di Pondok Pesantren Ar Rosyid, Dusun Semut, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan.

Untuk memastikan informasi yang beredar, pihak kecamatan kemudian menghubungi pengelola pondok.

“Untuk masuk SMP di sana ternyata tidak ada biaya sama sekali. Seragam, biaya makan selama mondok, hingga kebutuhan lainnya juga gratis,” jelasnya.

Berdasarkan hasil tersebut, Fitri menegaskan tidak ditemukan fakta yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan biaya pendidikan.

“Jadi kalau dikaitkan dengan biaya pendidikan, jelas tidak. Karena anaknya memang sudah mendaftar dan setelah kami konfirmasi ke sekolahnya semuanya gratis,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga memperoleh keterangan dari pihak keluarga mengenai kondisi ekonomi korban sebelum kejadian.

Menurut Fitri, suami korban menyampaikan tidak pernah ada pembicaraan mengenai kesulitan ekonomi ataupun biaya pendidikan yang dikeluhkan istrinya.

“Suaminya menyampaikan tidak ada keluhan soal ekonomi ataupun biaya pendidikan. Tidak pernah ada cerita seperti itu sebelumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi perangkat desa dan warga sekitar, korban dikenal aktif mengikuti kegiatan keagamaan maupun aktivitas sosial di lingkungannya.

Sumber: Tribunnewsmaker.com berita dengan judul “Seorang Ibu Akhiri Hidup Diduga Gara-gara Beban Biaya Pondok Pesantren Anak, Camat: Tidak Ada Bukti”.

(Sukirman)

Loading

Berita Terkait

Rasa Haru, Anak Seorang Buruh Kuli Bangunan Dari Blora Dilantik Prabowo Menjadi Perwira
Rutin Tasmi’ Al-Qur’an Tiap Jum’at Pahing, Pesantren Nurul Falah Cetak Generasi Qur’ani Berjiwa Wirausaha
Siapa pun Terpilih, Ayomi Semua, Harus Bergandengan Tangan Membangun Desa di Jateng
Andika Media Apresiasi Keterbukaan Informasi Polres Kediri di Masa Kepemimpinan AKBP Bramastyo
Menangis di Hadapan Dewan, Pasutri Pedagang Bensin Eceran Way Kanan Memohon Keadilan
Aksi Berulang Kali Cabuli Keponakan Sendiri dengan Ancaman Sajam, Paman di Blitar Kini Tersangka
Permudah Akses Warga, Kapten Inf. Puryanto Resmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda Yang Ada di Blora
Polres Blora Bongkar Praktik Pengoplosan Gas LPG Bersubsidi di Kunduran, Ratusan Tabung Disita

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:48 WIB

Rasa Haru, Anak Seorang Buruh Kuli Bangunan Dari Blora Dilantik Prabowo Menjadi Perwira

Jumat, 24 Juli 2026 - 03:48 WIB

Rutin Tasmi’ Al-Qur’an Tiap Jum’at Pahing, Pesantren Nurul Falah Cetak Generasi Qur’ani Berjiwa Wirausaha

Jumat, 24 Juli 2026 - 02:43 WIB

Siapa pun Terpilih, Ayomi Semua, Harus Bergandengan Tangan Membangun Desa di Jateng

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:15 WIB

Andika Media Apresiasi Keterbukaan Informasi Polres Kediri di Masa Kepemimpinan AKBP Bramastyo

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:12 WIB

Menangis di Hadapan Dewan, Pasutri Pedagang Bensin Eceran Way Kanan Memohon Keadilan

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:01 WIB

Aksi Berulang Kali Cabuli Keponakan Sendiri dengan Ancaman Sajam, Paman di Blitar Kini Tersangka

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:50 WIB

Permudah Akses Warga, Kapten Inf. Puryanto Resmikan Jembatan Gantung Perintis Garuda Yang Ada di Blora

Kamis, 23 Juli 2026 - 02:21 WIB

Polres Blora Bongkar Praktik Pengoplosan Gas LPG Bersubsidi di Kunduran, Ratusan Tabung Disita

Berita Terbaru