Saat Punakawan Berkumpul di Meja Domino: Semar Melihat Api Gotong Royong Masih Menyala

- Redaksi

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Konon, ketika angin berembus dari tanah Malang, Semar mengajak Gareng, Petruk, dan Bagong turun dari kahyangan. Bukan untuk menyaksikan perang Baratayuda, bukan pula menemani para ksatria beradu kesaktian. Mereka datang karena mendengar suara tawa yang menggema dari sebuah meja domino.

“Ki Lurah, mengapa kita ke sini?” tanya Gareng.

Semar tersenyum. “Karena kadang-kadang, watak manusia lebih mudah terbaca saat bermain daripada saat berpidato,” ujar Semar

Mereka pun menyaksikan puluhan orang duduk berhadapan. Tidak ada keris yang terhunus. Tidak ada tombak yang diacungkan. Yang ada hanyalah keping-keping domino, senyum, tawa, dan strategi.

Petruk terkekeh. “Lho, ini perang tanpa amarah,” tanyanya.

Semar mengangguk pelan.

“Benar, Truk. Mereka sedang belajar bahwa kemenangan bukan hanya soal mengalahkan lawan, tetapi menghormati teman bermain,” jawab Semar.

Bagong yang sedari tadi memperhatikan lalu berseru, “Kalau begini terus, orang-orang tak sempat bertengkar di media sosial,” celotehnya.

Semua tertawa.

Gareng menimpali, “Domino ternyata mengajarkan berpikir sebelum melangkah. Sama seperti hidup. Salah meletakkan satu keping saja, semuanya bisa berubah,” tegasnya.

Semar memandang jauh ke arah para peserta.

“Inilah gotong royong dalam bentuk yang sederhana. Duduk bersama, berbicara, menyusun strategi, saling menghormati aturan. Bangsa ini dibangun bukan hanya oleh orang-orang yang pandai berpidato, tetapi juga oleh mereka yang mampu menjaga kebersamaan,” imbuh Semar.

Petruk mengangkat satu keping domino.

“Benda kecil ini murah, Ki Lurah,” tanya Petruk.

“Tetapi nilainya besar,” jawab Semar.

“Karena yang mahal bukan dominonya, melainkan persaudaraan yang lahir di sekeliling meja,” lanjutnya.

Bagong mengangguk cepat.

“Kalau begitu, meja domino lebih baik daripada meja yang dipakai orang saling menghujat,” tanyanya.

Semar tersenyum lagi.

“Setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Dahulu manusia mudah terpecah karena perang. Kini manusia mudah terpecah karena jarinya sendiri. Maka permainan yang membuat orang saling bertatap muka adalah obat yang patut dirawat,” jelas Semar.

Langit mulai meredup.

Sebelum kembali ke kahyangan, Semar berpesan kepada ketiga anaknya.

“Ingatlah, Gareng… kehati-hatian membuat permainan tetap indah. Petruk… optimisme membuat orang berani bertanding. Bagong… kejujuran menjaga sportivitas. Jika ketiganya hidup dalam diri manusia, maka setiap meja domino bukan sekadar tempat bermain, melainkan sekolah kehidupan,” ungkapnya.

Keempat Punakawan pun berlalu.

Di belakang mereka, suara keping-keping domino masih terdengar beradu pelan. Bukan bunyi perselisihan, melainkan irama persaudaraan yang mengingatkan bahwa kekuatan rakyat selalu lahir dari kebersamaan, sekecil apa pun ruang tempat mereka berkumpul. (Kim)

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru