BLORA, NGALAMUTAS.COM – Kota Cepu di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dikenal sebagai wilayah kecil yang menyimpan kekayaan sejarah perjuangan bangsa yang mendalam. Beberapa waktu terakhir, tepatnya pada Rabu malam (3/6/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, penampakan salah satu monumen bersejarah di pusat kota ini kembali menjadi sorotan dan ramai diperbincangkan masyarakat. Bangunan ikonik tersebut tak lain adalah Tugu 20 Mei, penanda sejarah yang berdiri kokoh di jantung keramaian Cepu.
Terletak di persimpangan strategis Jalan Diponegoro, Kecamatan Cepu, monumen ini bukan sekadar penanda wilayah, melainkan simbol nyata nasionalisme masyarakat setempat. Tugu 20 Mei dibangun sebagai wujud rasa syukur atas pulihnya keamanan dan tegaknya kembali pemerintahan di wilayah ini pasca-Peristiwa Pemberontakan PKI atau yang dikenal dengan Peristiwa Madiun pada tahun 1948.
Secara umum, tanggal 20 Mei dikenal bangsa Indonesia sebagai Hari Kebangkitan Nasional, bertepatan dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Namun, bagi warga Cepu, monumen ini memiliki makna tambahan yang mendalam: di samping mengenang kebangkitan bangsa, tugu ini juga merepresentasikan semangat patriotisme serta kembalinya kedaulatan wilayah dan ketenangan hidup setelah dilanda konflik internal tahun 1948 silam.

Berdiri megah di perempatan utama kota, kawasan sekitar tugu ini menjadi jalur mobilitas vital sekaligus titik temu berbagai kegiatan warga. Keberadaannya melengkapi jejak-jejak perjuangan yang masih lestari di wilayah Cepu, di antaranya Monumen Ronggolawe atau yang akrab disebut Patung Kuda, serta Monumen Djatikusumo. Kedua monumen tersebut didirikan untuk mengenang jasa Jenderal G.P.H. Djatikusumo serta keberanian Brigade Ronggolawe dalam mempertahankan kedaulatan daerah.
Sejarawan dan aktivis sejarah asal Cepu, R. H. Temmy Setiyawan, pernah menelusuri dan merilis catatan lengkap mengenai latar belakang berdirinya tugu ini. Bagi Temmy, sosok yang lahir di Yogyakarta ini, Tugu 20 Mei adalah identitas tak terpisahkan dari wajah Kota Cepu.

“Monumen Tugu 20 Mei ini adalah ikon Kota Cepu, letaknya tepat di tengah-tengah kota. Cepu ini memang kota kecil, tetapi setiap sudutnya menyimpan sejarah yang sangat besar dan berharga,” ungkap Temmy dalam salah satu penjelasannya beberapa waktu lalu.
Ia juga berharap, keberadaan Tugu 20 Mei beserta berbagai situs sejarah lain di Cepu, Blora, dapat terus dijaga kelestariannya. Warisan perjuangan ini diharapkan tetap tegak berdiri agar dapat menjadi guru dan pelajaran berharga bagi generasi penerus, sehingga nilai-nilai luhur perjuangan bangsa senantiasa hidup di tengah masyarakat dan diwariskan kepada anak cucu kelak.
(Sukirman)
![]()







