BLORA, NGALAMUTAS.COM – Selain dibuat kesal pejabat Indonesia yang asal ngomong, masyarakat Indonesia kali ini juga sedang dibuat kesal ulah Gen Z dan Gen Alpha yang ikuti trend dengan dandan jadi pocong. Tak heran jika kini citra pocong semakin runtuh dan tak ditakuti, melainkan jadi sosok yang membuat warga ingin mengumpat.
Trend teror pocong yang sedang hits nasional ini, salah satunya harus berakhir disaat pelaku pocong ditangkap warga Desa Cokrowati Kecamatan Todanan Kabupaten Blora.
Kepala Desa (Kades) Cokrowati, Edy Sutrisno, mengonfirmasi bahwa pelaku di balik aksi meresahkan tersebut adalah bocah-bocah yang masih berstatus sebagai pelajar sekolah. Usia mereka rata-rata masih sangat muda, yakni berkisar antara 14 hingga 15 tahun.
“Nggih (iya), itu anak sekolah. Ada yang 14 tahun, ada yang 15 tahun,” ujar Edy Sutrisno saat memberikan keterangan. Kamis, (28/052026).
Menurut Edy, tindakan iseng para remaja tersebut awalnya hanya bertujuan untuk membuat konten video kreatif. Namun, cara yang mereka gunakan dinilai berlebihan dan justru memicu keresahan serta ketakutan di tengah masyarakat sekitar.
Mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan konflik yang lebih besar, pihak pemerintah desa langsung mengambil tindakan tegas namun persuasif. Kades Cokrowati langsung mengundang para pelaku beserta orang tua mereka ke kantor desa.
“Tadi pihak-pihak yang membuat konten yang bikin resah sudah saya undang ke tempat saya. Bapaknya (orang tua) bocah-bocah itu saya datangkan semua,” jelas Edy.
Dalam pertemuan tersebut, pihak desa yang didampingi oleh petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat memberikan pembinaan dan edukasi kepada para remaja tersebut mengenai batasan dalam membuat konten di ruang publik.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan efek jera, para remaja tersebut diminta untuk membuat surat pernyataan tertulis berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka yang merugikan ketertiban umum.
Sementara itu, Fuad warga Todanan ikut geram dengan ulah para Remaja itu yang membuat suasana tidak kondusif.
“Bocah-bocah do njaluk di kaploki. Isone gawe ulah aneh-aneh ae,” kesalnya.
Abah Dadi (Sudadi)
![]()













