Sebelum Berangkat Carok, Korban Sudah Dilarang Istri demi Masa Depan Anak

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026 - 03:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUMAJANG, NGALAMUTAS.COM — Tragedi duel carok yang merenggut nyawa Abdul Karim Marzuki (55) menyisakan penyesalan mendalam bagi keluarganya. Sebelum meninggalkan rumah untuk menghadapi lawannya, pria warga Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah ini ternyata sempat dilarang tegas oleh istrinya. Namun, keyakinan hati yang sudah mengeras membuatnya tetap berangkat, hingga akhirnya nyawanya melayang di tengah kebun sengon.

Sebelumnya, pada Kamis (21/5/2026), Abdul Karim terlibat pertarungan berdarah menggunakan celurit melawan Wasil. Insiden itu berujung pada kematian Abdul Karim di tempat kejadian, sedangkan Wasil menderita luka bacok parah di perut dan kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Menurut keterangan istrinya, Saniyeh, kejadian bermula saat suaminya pulang sebentar ke rumah semata-mata untuk mengambil senjata tajam. Bahkan, sebelum berangkat, Abdul Karim secara terang-terangan berpamitan dan menyatakan niatnya untuk berkelahi dengan Wasil.

Mendengar hal itu, hati Saniyeh langsung terasa cemas. Ia berusaha sekuat tenaga melarang suaminya pergi, mengingat masa depan kedua anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah.

“Dia pamit mau carok sama Wasil. Saya sudah melarangnya, saya bilang kasihan anak-anak kita yang masih bersekolah. Kalau terjadi apa-apa dengan ayahnya, siapa yang akan menjaga mereka nanti?” kenang Saniyeh dengan suara terbata-bata, Kamis kemarin.

Namun, niat Abdul Karim sudah tak dapat dibendung. Ia tetap bersikeras melangkahkan kaki keluar rumah.

“Saya larang berkali-kali tetap tidak bisa. Dia bilang hatinya sudah mantap dan bulat tekadnya untuk menghadapi masalah itu,” tambahnya.

Saniyeh hanya bisa pasrah melihat suaminya pergi meninggalkan rumah. Sekitar 30 menit kemudian, ia memberanikan diri menyusul ke lokasi kebun sengon, berharap masih sempat mencegah hal terburuk terjadi.

Namun harapan itu kandas. Begitu tiba di tempat kejadian, matanya langsung terasa gelap mendapati suami dan lawannya sudah tergeletak berlumuran darah akibat sabetan celurit.

“Saya sempat pulang sebentar untuk mengambil gendongan agar bisa mengangkat dan membawa suami saya pulang. Tapi begitu kembali ke sana, ternyata dia sudah tidak bernyawa lagi,” ujarnya sambil menahan tangis.

Tragedi ini menjadi bukti nyata, betapa mengerikannya dampak amarah yang tak diredam, yang akhirnya merenggut nyawa dan meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang tercinta yang ditinggalkan.

LS – Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru