Putus Asa Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Nganjuk Tanam Pohon Pisang

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, NGALAMUTAS.COM – Berbagai cara dilakukan warga untuk menyuarakan keresahan atas kondisi jalan yang rusak parah namun tak kunjung mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Salah satu aksi unik dan penuh makna dilakukan oleh warga Dusun Grompol, Desa Tanjung Tani, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.

Jalan yang menjadi penghubung vital antara Kecamatan Prambon dan Ngronggot di jalur timur ini kondisinya memprihatinkan. Selama bertahun-tahun, perbaikan yang dilakukan hanya sebatas tambal sulam. Cara ini dinilai tidak menyelesaikan masalah akar, terutama karena tidak adanya saluran drainase yang memadai. Akibatnya, saat musim hujan tiba, jalan tergenang air dan cepat kembali rusak, bahkan hanya bertahan beberapa minggu pasca-perbaikan.

Banyak Korban Jatuh
Kondisi jalan yang berlubang dan becek ini telah memakan korban. Sejak awal musim hujan tahun ini, banyak pengendara motor yang terjatuh karena tidak melihat lubang yang tertutup air. Tidak sedikit yang mengalami luka serius, bahkan ada yang sampai patah tulang lengan.

Menurut Koordinator kegiatan, Mukib, warga sebenarnya sudah berkali-kali menyampaikan keluhan. Namun, respon yang datang hanya perbaikan parsial yang dianggap hanya membuang anggaran tanpa solusi jangka panjang.

“Kami berharap Dinas Pekerjaan Umum bisa melihat pokok masalahnya. Jalan ini posisinya lebih rendah dari halaman warga, sehingga air menggenang dan merusak aspal. Seharusnya perbaikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pembuatan drainase dan peninggian jalan, bukan hanya ditambal,” ujar Mukib, Sabtu (26/04).

Aksi Simbolis Tanam Pohon Pisang
Karena aspirasi tak didengar, warga mengambil langkah sendiri. Secara spontan, mereka beramai-ramai menanam pohon pisang dan tanaman lainnya tepat di jalan yang rusak. Aksi ini bukan tanpa alasan.

Selain sebagai bentuk protes halus, penanaman pohon ini juga berfungsi sebagai tanda peringatan agar pengguna jalan mengurangi kecepatan (slow down) demi keselamatan. Lebih dari itu, warga ingin akses ekonomi yang menggunakan jalur ini bisa kembali lancar, baik untuk distribusi hasil panen maupun aktivitas perdagangan menuju Pasar Prambon.

“Jangan hanya pandai berjanji manis saat masa kampanye, tapi realisasinya nol. Kami lelah dengan janji-janji kosong,” tegas Mukib.

Desa Tidak Bisa Melarang
Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Tani, Sujianto, memaklumi apa yang dilakukan warga. Menurutnya, aksi tersebut adalah bentuk kekecewaan mendalam atas penanganan jalan yang dinilai tidak profesional.

Pihak desa mengaku tidak bisa dan tidak berhak melarang kegiatan tersebut, asalkan tetap tertib dan tidak anarkis. Ia meminta warga menanam pohon dengan rapi agar jalan tetap bisa dilalui dua arah.

“Ini bentuk kegeraman warga. Kalau dirasa penanamannya masih kurang, biarkan saja asal mereka puas menyalurkan aspirasi. Yang penting tidak mengganggu arus lalu lintas. Kami juga berharap Pemkab segera turun tangan dan memperbaiki jalan ini dengan benar,” tutur Sujianto.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum belum dapat dikonfirmasi terkait tanggapan atas aksi warga tersebut.

(Yanto)

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru