Dongkrak Ekonomi Desa, Wisata Mikutopia Jadi Magnet Baru di Kota Batu.

- Redaksi

Minggu, 5 April 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BATU (JATIM), NGALAMUTAS.COM – Destinasi wisata buatan terbaru di Kota Batu, Mikutopia, mendadak jadi buah bibir di jagat maya. Objek wisata yang berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD) seluas tujuh hektar di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji ini, sukses menarik minat ribuan wisatawan meski terhitung baru beroperasi.

​Fenomena ini tidak hanya membawa angin segar bagi industri pariwisata Jawa Timur, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi warga lokal dan pelaku UMKM di wilayah tersebut.

​Kepopuleran Mikutopia terlihat dari angka kunjungan yang fantastis. Pada momen libur panjang (long weekend), arus wisatawan domestik maupun mancanegara mengalir deras menuju desa yang terletak di kaki gunung ini.

​Humas Mikutopia, Brian Kenendra, mengungkapkan bahwa tingkat hunian atau occupancy wisatawan meningkat drastis hingga menyentuh angka ribuan.

​”Untuk kunjungan long weekend, peningkatan sangat luar biasa. Saat ini magnet utamanya masih bangunan bertema unik dan taman bunga warna-warni. Per hari, pengunjung bisa tembus di angka 3.000 hingga 4.000 orang,” ujar Brian kepada awak media, Minggu (5/4/2026).

​Brian juga membocorkan bahwa pihak manajemen tengah menyiapkan kejutan baru.

“Saat ini progres wahana baru sudah mencapai 80 persen dan akan segera kami launching untuk menambah daya tarik,” imbuhnya

​Efek viralnya Mikutopia dirasakan langsung oleh penyedia jasa akomodasi dan pedagang kecil. Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar, menjelaskan bahwa membludaknya wisatawan secara otomatis menghidupkan ekosistem ekonomi di sekitarnya.

​”Makin banyak wisatawan, maka penginapan seperti hotel, homestay, hingga vila di sekitar sini ikut penuh. Ini secara otomatis mendongkrak ekonomi warga dengan UMKM-nya,” jelas Panji.

​Lebih lanjut, Panji menekankan komitmen manajemen dalam pemberdayaan masyarakat. Tercatat, sebanyak 95 persen tenaga kerja di Mikutopia adalah warga asli setempat.

​Sementara itu, Manajemen menggandeng BUMDES Tulungrejo untuk memasarkan produk lokal sebagai bentuk kolaborasi. Sedangkan untuk priorotas kerja, Membuka lowongan luas bagi warga Desa Tulungrejo guna menekan angka pengangguran.

​Fendi Romadon, salah satu warga yang kini bekerja di Mikutopia, menyampaikan apresiasinya.

“Kami sangat berterima kasih. Dengan adanya tempat ini, warga di sini punya pekerjaan dan angka pengangguran berkurang,” ungkapnya.

​Di tengah kesuksesannya, manajemen Mikutopia juga memberikan klarifikasi terkait tudingan penyebab banjir di wilayah tersebut. Brian Kenendra menegaskan, berdasarkan kajian historis dan fakta di lapangan, banjir terjadi karena intensitas hujan yang ekstrem di wilayah hulu.

​”Pada hari kejadian, intensitas hujan memang di atas ambang batas normal. Desa-desa di atas kami juga mengalami banjir dan longsor. Jadi, ini lebih ke faktor alam dan kondisi di hulu yang berdampak ke hilir,” tegas Brian.

​Pengalaman tak terlupakan dirasakan oleh Blasius Suratno (55), wisatawan asal Surabaya. Meski sempat terjebak kemacetan menuju lokasi, pengusaha properti ini mengaku puas setelah melihat langsung keindahan Mikutopia.

​”Luar biasa, tempatnya sangat bagus, serasa di negeri dongeng yang nyata. Lelah terjebak macet terbayar tuntas. Saya harap ke depan ada inovasi seperti live music atau event fotografi, karena tempat ini sangat instagramable,” ujar Blasius.

​Dengan pelayanan profesional dan fasilitas parkir yang luas, Mikutopia kini bersiap menjadi primadona baru yang diprediksi akan terus memuncaki daftar destinasi favorit di Kota Wisata Batu (KWB).

(KIM)

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru