Mengantar Hingga Akhir Hayat: Kisah Pengabdian Aipda Raja Faisal di Perbatasan NKRI

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM, NGALAMUTAS.COM — Pengabdian seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia tak selalu terlihat di bawah sorot kamera. Di wilayah perbatasan NKRI, tepatnya Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Aipda Raja Faisal Mushawir menjalani pengabdian sunyi namun berdampak besar bagi kemanusiaan, Sabtu (28/2/2026)lalu.

Pria kelahiran Tarempa, Juli 1986 ini telah mengabdikan diri sebagai anggota Polri selama 21 tahun. Selain menjalankan tugas kepolisian, sejak 2017 ia secara sukarela menjadi sopir mobil jenazah gratis bagi masyarakat. Baginya, menjadi polisi adalah profesi, sementara mengantar jenazah adalah panggilan hati.

Aipda Raja Faisal dikenal luas oleh warga sebagai sosok yang selalu hadir ketika duka datang. Kapan pun diminta, ia siap mengantar jenazah dari RSUD Tarempa ke rumah duka, dari rumah duka ke pemakaman, maupun dari rumah ke rumah sakit. Tidak hanya bagi jenazah yang memiliki keluarga, tetapi juga jenazah tanpa identitas serta dari kalangan non-Muslim.

Pengabdian kemanusiaan tersebut berawal dari kiprahnya di organisasi sosial pengurusan jenazah Babul Khairat, yang bernaung di Masjid Nurul Ihsan Tarempa. Saat organisasi tersebut mengalami keterbatasan, termasuk ketiadaan sopir ambulans karena kendala pendanaan dan sebagian pengurus yang telah lanjut usia, Aipda Raja Faisal menawarkan diri untuk membantu.

Sejak itulah, ia menjadi pengemudi tetap mobil jenazah satu-satunya milik warga Desa Tarempa yang melayani hampir 20 ribu jiwa masyarakat di Kecamatan Siantan, Siantan Tengah, dan Siantan Selatan. Mobil jenazah pertama merupakan hibah pemerintah daerah yang telah dimodifikasi, sebelum kemudian pada 2017 organisasi Babul Khairat menerima bantuan mobil jenazah baru melalui Program Kemitraan Bank Riau Kepri.

Selama hampir satu dekade, Aipda Raja Faisal mengaku tidak lagi mampu menghitung berapa banyak jenazah yang telah ia antarkan. Masa paling berat ia rasakan saat pandemi COVID-19, ketika intensitas pelayanan meningkat tajam. Selain mengantar jenazah, ia juga diminta mengawal evakuasi pasien COVID-19 yang menolak karantina, mendampingi tenaga kesehatan, dan membantu penanganan darurat di wilayah kepulauan yang hanya dapat dijangkau melalui transportasi laut.

“Pernah terlintas di pikiran saya, saat mengantar jenazah di tengah malam, mungkin suatu hari nanti saya juga akan berada di posisi yang sama. Semua hanya soal waktu,” kenang Aipda Raja Faisal.

Dedikasi tersebut juga mendapat dukungan penuh dari keluarga. Istrinya, Maryam, berprofesi sebagai bidan di Kecamatan Siantan dan kerap menjadi rujukan masyarakat untuk berbagai persoalan kesehatan. Keduanya sering bergandengan tangan membantu warga, mulai dari mengantar ibu melahirkan yang tidak memiliki biaya, hingga mencarikan obat-obatan yang sulit diperoleh melalui jejaring Pemolisian Masyarakat (Polmas).

Pengabdian tanpa pamrih itu berbuah kepercayaan dan kebersamaan warga. Saat keluarga Aipda Raja Faisal membutuhkan donor darah pasca-persalinan, masyarakat datang berbondong-bondong membantu. Bahkan, dukungan sederhana seperti kiriman lauk makanan menjadi simbol kuatnya keguyuban di tanah kelahirannya.

Dukungan juga datang dari pimpinan Polri. Setiap kali ada panggilan kemanusiaan, pimpinan di Polsek Siantan, Polres Kepulauan Anambas, hingga Polda Kepulauan Riau memberikan izin penuh. Hal ini karena apa yang dilakukan Aipda Raja Faisal sejalan dengan tugas pokok Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Atas dedikasi dan loyalitas tersebut, pada peringatan Hari Kesadaran Nasional 2026, Aipda Raja Faisal Mushawir menerima penghargaan dari Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep Safrudin. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya di wilayah perbatasan NKRI yang jauh dari pusat perhatian.

Kisah Aipda Raja Faisal menjadi cermin Polri yang humanis dan hadir sepenuh hati di tengah masyarakat. Sebuah pengabdian yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menemani warga hingga perjalanan terakhir kehidupannya.

(Yanto)

Loading

Berita Terkait

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!
Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan
Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan
Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda
Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polda Jateng; Keselamatan Anak Tanggung Jawab Kita Bersama, Orang Tua Diminta Tingkatkan Pengawasan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Dugaan Penahanan Dana Calon Siswa Senilai Rp22,5 Juta Tanpa Layanan Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Pastikan Tidak Membawa Senpi dan Barang Berbahaya, Saat Apel, Bid Propam Polda Jateng Cek Semua Personel Yang Layani Penyampaian Pendapat Di Tugu Muda

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Breaking News. Kebakaran Besar Melanda Pabrik Bingkai di Perbatasan Jakarta Timur–Bekasi, Asap Pekat Membubung Tinggi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar di Tengah Malam, 20 Unit Pemadam dan 100 Personel Dikerahkan

Berita Terbaru