BALI, NGALAMUTAS.COM – Para pekerja jasa jerambah di dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Gilimanuk mengangkat bicara menyusul viralnya tudingan pungutan liar (pungli) yang dialamatkan kepada mereka. Mereka menegaskan bahwa uang yang diterima merupakan imbalan atas jasa fisik yang diberikan demi keamanan kendaraan saat naik atau turun dari kapal.
Perwakilan pekerja jerambah, Muhammad Salim, menjelaskan bahwa layanan yang mereka berikan bertujuan membantu sopir kendaraan agar proses naik turun kapal berjalan lebih mudah dan aman. Menurutnya, tudingan pungli muncul akibat kesalahpahaman masyarakat yang menyebar di media sosial.
“Padahal kami memberikan jasa jerambah kepada kendaraan yang akan turun atau naik kapal agar akses lebih mudah dan aman,” jelas Salim pada Rabu (7/1/2026).
Jerambah yang dimaksud adalah tali kapal berukuran besar yang dilipat sedemikian rupa hingga menyerupai keset tebal. Alat ini diletakkan di antara landasan dermaga plengsengan dan pintu kapal (ramp door) untuk menjembatani perbedaan ketinggian, sehingga sasis kendaraan tidak terbentur saat melintas.
Salim menekankan bahwa operasional mereka dilakukan secara swadaya. “Kami menawarkan jasa, bukan pungli. Kami beli sendiri talinya, siang malam bekerja agar kendaraan mudah keluar-masuk kapal,” tegasnya.
Saat ini terdapat 28 pekerja yang menggantungkan hidup dari jasa ini, dibagi menjadi dua regu yang bekerja bergantian selama 24 jam. Tarif yang ditetapkan adalah Rp5.000 untuk truk dan Rp4.000 untuk kendaraan kecil. Pendapatan yang terkumpul akan dibagi rata kepada seluruh anggota setelah sebagian disisihkan untuk perawatan dan pembelian tali jerambah baru.
Untuk menghindari konflik di masa depan, para pekerja kini aktif berkoordinasi dengan pengelola Pelabuhan Gilimanuk, pihak kepolisian, serta rekan seprofesi di Pelabuhan Ketapang. Mereka berharap keberadaan jasa jerambah dipandang sebagai kearifan lokal yang membantu kelancaran logistik, bukan sebagai tindakan kriminal.
“Jika layanan ini dihentikan, puluhan pekerja yang menjadi tulang punggung keluarga terancam kehilangan mata pencaharian,” tutup Salim.
Ngalamutas.com
![]()














