KEPANJEN (KABUPATEN MALANG), NGALAMUTAS.COM – Sebanyak 16 siswa dan 2 guru dari MTs Al-Khalifah Cepokomulyo, Kepanjen, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kanjuruhan pada Kamis, 23 Oktober 2025, sekitar pukul 11:30 WIB. Mereka mengeluhkan mual, muntah, dan nyeri perut, yang diduga kuat akibat keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Bapak Lukito Condro, pengelola data dan informasi RSUD Kanjuruhan, seluruh pasien telah diperiksa. Kondisi mereka saat ini stabil dan dalam observasi selama 3 hingga 6 jam, sebelum diperbolehkan pulang. Informasi ini disampaikan kepada awak media ngalamutas.com melalui pesan WhatsApp.
Kejadian ini bermula dari keterlambatan pengiriman program MBG ke MTs Al-Khalifah. Makanan yang seharusnya tiba pukul 08.30, baru sampai sekitar pukul 11.00 dalam kondisi dingin. Nur Kholida, Kepala Sekolah MTs Al-Khalifah, menjelaskan bahwa keterlambatan ini menyebabkan siswa mengonsumsi makanan siang terlalu siang dari jadwal seharusnya.
“Biasanya, MBG ini datang sekitar pukul setengah sembilan, namun hari ini baru tiba jam sebelas siang. Akibatnya, anak-anak makan terlalu siang,” ujar Nur Kholida.
Selain keterlambatan, kondisi makanan juga berbeda dari biasanya. Lauk seperti ayam katsu, tahu goreng, dan sayur wortel-jagung kukus sudah dingin. Buah pisang yang seharusnya menjadi pelengkap, terlalu matang dan mengeluarkan aroma menyengat yang mempengaruhi kualitas makanan.
Nur Kholida menduga sambal yang diletakkan di bawah ayam katsu mempercepat proses kerusakan makanan. Setelah menyantap makanan tersebut, sekitar 15 menit kemudian, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala keracunan.
“Setelah makan, sekitar 15 menit kemudian, beberapa anak mulai mengeluh sakit perut dan muntah. Kami langsung membawa mereka ke klinik, dan sebagian ke RSUD,” jelasnya.
Dua guru yang bertugas mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa, sesuai dengan SOP program MBG, juga mengalami gejala serupa. Dari total 187 siswa, terdapat 24 orang yang mengalami gejala keracunan. Lima siswa mendapatkan perawatan di Klinik Regulo, sementara sisanya dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.
Makanan MBG tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunrejo. Pihak sekolah baru tiga minggu terakhir menerima pasokan makanan dari SPPG ini.
Pihak sekolah telah melaporkan kejadian ini kepada orang tua siswa dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Sebagai langkah pencegahan, SOP penerimaan dan pengecekan makanan MBG akan diperbarui untuk memastikan keamanan makanan lebih terjamin.
“Kami akan menetapkan SOP baru yang lebih ketat dan akan diperbarui, Insya Allah, agar lebih aman untuk anak-anak,” tegas Nur Kholida.
Saat ini, aktivitas belajar di MTs Al-Khalifah telah kembali berjalan normal. Seluruh siswa yang sempat mengalami gejala keracunan sudah pulih dan kembali masuk sekolah seperti biasa. (LS)














