BOJONEGORO, NGALAMUTAS.COM – Peristiwa kebakaran menghanguskan sebuah warung jajanan milik warga Ke lurahan Balun, Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah. setelah dapat telp dari temannya. Pada hari Rabu ( 21/10/2026 ) sekitar pukul 01.30 WIB.
Erwin menuturkan,” Saya dapat telpon dari teman sekitar pukul 01.30 WIB,” beber Erwin kepada awak media Kamis ( 22/10/2026 ) pukul 13.00 WIB.
Api dilaporkan membakar warung milik Bapak Sabar ( 60 ) dan Ibu Erwin ( 51 ) warga Kelurahan Balun, Cepu yang berada di lingkungan turnamen Vollybal di Desa Caper, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro, Jawa Timur, sehingga kobaran api yang muncul menjelang waktu dini hari tersebut sempat membuat warga sekitar panik dan berupaya melakukan pemadaman secara swadaya sebelum api membesar.
Erwin sempet lapor ke Polsek Kasiman setelah dua hari pasca kejadian, karena bukan dia yang saja yang kehilangan karena terbakar, temannya juga banyak kehilangan seperti, satu karung air mineral, kratinden, bir dan masih banyak yang lain. ” Lapak saya kebakaran dilapangan turnamen Vollybal di Desa Caper, pak,” kata Erwin Kamis ( 22/10/2026 ) pukul 09.00 WIB. “Kata Polisi suruh lapor ketua panitia aja,” imbuh Erwin.
“Padahal semua sudah saya matikan, termasuk, listrik, kompor dll,” tutup Erwin.
Informasi yang diterima menyebutkan bahwa api dengan cepat melahap bagian dalam warung yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar, termasuk etalase kayu, perlengkapan memasak, serta berbagai stok jajanan yang biasa dijual untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.
Akibat peristiwa tersebut, pemilik warung mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rupiah 25jt yang meliputi kerusakan bangunan, peralatan usaha, serta barang dagangan yang tidak sempat diselamatkan dari kobaran api.
Beruntung dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun dampak psikologis yang dirasakan pemilik dan keluarga cukup besar mengingat warung tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menindaklanjuti informasi yang diterima, Bhabinkamtibmas Kelurahan setempat segera mendatangi lokasi guna memastikan kondisi warga, mengumpulkan keterangan awal, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut atas peristiwa kebakaran tersebut.
Selain melakukan pengecekan lokasi, petugas juga mengimbau warga sekitar agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada instalasi listrik dan penggunaan kompor atau peralatan masak yang ditinggalkan tanpa pengawasan, mengingat waktu kejadian berada pada jam rawan ketika sebagian besar warga masih beristitahat.
“Pokoknya kejadian ini dituntaskan, karena saya membayar satu juta kepada panitia dengan DP 200ri dan rencana mau saya lunasi,” pungkas Erwin
Pewarta, Sudadi/Abah Dadi
Editor Ngalamutas.com
![]()







