BATAM(KEPULAUAN RIAU) NGALAMUTAS.COM – Sosok Wiliam alias Koko, pemilik agensi yang kini menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhan Dwi Putri Apriliandini (25), seorang perantau asal Lampung di Batam, kini menjadi sorotan publik. Koko, yang dikenal dengan panggilan “Papi” oleh para anggota agensinya, terungkap memiliki karakter yang arogan dan temperamental berdasarkan kesaksian rekan-rekan korban.
Kasus pembunuhan sadis yang menewaskan Dwi Putri Apriliandini ini menggegerkan Batam. Penyelidikan kepolisian di Polsek Batuampar melibatkan sejumlah teman-teman korban yang juga merupakan anggota agensi milik Koko. Dari pemeriksaan tersebut, terkuaklah gambaran mengenai keseharian Koko Wili dan interaksinya dengan anak-anak agensi yang mereka namakan “MK”.
Salah seorang wanita yang enggan disebutkan namanya, usai menjalani pemeriksaan di Polsek Batuampar, mengungkapkan bahwa dirinya sudah cukup lama bergabung dengan agensi tersebut. Ia menggambarkan Koko Wili sebagai sosok yang dikenal arogan dan mudah marah.
“Saya sudah cukup lama bergabung dengan dia. Memang dia orangnya seperti itu, suka marah dan temperamental,” tutur wanita tersebut.
Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa Koko tidak segan-segan melakukan tindakan kasar jika amarahnya sudah memuncak. Fakta ini semakin menguatkan dugaan bahwa Dwi Putri menjadi korban keberingasan Koko, yang berujung pada kematian tragis akibat penyiksaan.
Para anggota agensi mengakui bahwa selama ini mereka enggan melaporkan perilaku buruk Koko Wili karena khawatir akan konsekuensi jangka panjang. Ketakutan akan kemarahan dan balasan dari Koko membuat mereka memilih bungkam. Namun, kini terbukti bahwa kemarahan Koko telah merenggut nyawa Dwi Putri.
Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini dan mengumpulkan bukti-bukti serta keterangan dari para saksi. Pengungkapan karakter Koko Wili ini diharapkan dapat membantu proses hukum dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya keberanian untuk melaporkan tindakan kekerasan dan kejahatan demi mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.
(LS/Red)
![]()














