Sinergi Kemanusiaan Bedah Rumah Warga Ciptomulyo, Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera

- Redaksi

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-3840x2160-0-0#

i

0-3840x2160-0-0#

KOTA MALANG-NGALAMUTAS.COM-Semangat gotong royong kembali diwujudkan melalui program Bedah Rumah yang menyasar kediaman Agus Leo, anggota Brigade Penolong 1332 sekaligus salah satu pendiri Regu Penolong Malang Raya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada di rumah Agus Leo yang beralamat di Jalan Kolonel Sugiono Gang II Nomor 39, RT 09 RW 03, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (19/07/2026) pagi.

Program kemanusiaan ini diinisiasi oleh Yayasan Gubuk e Wong Ngalam (GWN) bersama sejumlah organisasi sosial dan mitra, di antaranya Perumda Tirta Kanjuruhan, ISSOMA (Ikatan Sedulur Sosial Malang), Laskar Sedekah Malang Raya, Brigade Penolong 13.32 Jawa Timur serta Rumah Sedekah Nahdlatul Ulama,

Kegiatan tidak hanya berfokus pada renovasi fisik rumah, tetapi juga pendampingan sosial, advokasi akses bantuan pemerintah, serta peningkatan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.

Ketua Umum Yayasan Gubuk e Wong Ngalam (GWN), Lili Ulifah, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang diharapkan mampu menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga Agus Leo.

Menurutnya, teknis pelaksanaan, relawan melakukan pembersihan total di dalam rumah, khususnya kamar anak. Seluruh barang dikeluarkan, pakaian yang sudah tidak layak dipakai dipisahkan untuk dibuang, sedangkan pakaian yang masih layak dibersihkan dan ditata kembali.

Selain penataan ruangan, relawan juga mulai menyusun rencana renovasi secara bertahap sesuai kemampuan dan ketersediaan material bangunan.

Renovasi yang direncanakan meliputi pembangunan tempat cuci piring dan area kompor di dapur, plester dinding yang masih berupa anyaman bambu apabila material mencukupi, pembuatan sekat kamar mandi agar lebih tertutup, perbaikan atap berukuran sekitar 2 x 1,5 meter, hingga pengecatan rumah yang akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Lili menjelaskan, kondisi rumah dinilai cukup memprihatinkan karena sebagian bangunan sudah rapuh dan berpotensi membahayakan penghuni.

Ia juga mengungkapkan bahwa relawan tengah melakukan pendampingan administrasi agar keluarga Agus Leo dapat memperoleh bantuan pemerintah.

“Rencananya memang akan kami ajukan ke Dinas Pekerjaan Umum agar memperoleh bantuan pembangunan fisik. Prosesnya dilakukan bertahap sesuai mekanisme dan kemampuan pemerintah,” katanya.

Selain itu, pihaknya mengupayakan peninjauan ulang data kesejahteraan keluarga tersebut agar dapat memperoleh akses bantuan sosial yang lebih sesuai.

Menurut Lili, selama ini keluarga belum menerima sejumlah bantuan karena data lama yang masih menunjukkan adanya riwayat pekerjaan serta kondisi bangunan yang dari luar terlihat cukup besar, meskipun kondisi di dalamnya jauh dari kata layak.

Padahal, rumah tersebut dihuni oleh dua kepala keluarga yang dipisahkan hanya dengan sekat sederhana.

Di bagian kiri rumah ditempati Agus Leo yang kini tidak mampu bekerja akibat sakit bersama putrinya yang masih bersekolah di SMP.

Sementara bagian kanan ditempati kakak perempuan Agus Leo yang mengalami stroke ringan dan telah menjalani amputasi kaki sehingga tidak lagi mampu beraktivitas secara normal. Suaminya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.

Relawan juga menemukan sejumlah kebutuhan mendesak, seperti belum tersedianya perlengkapan tidur yang memadai bagi anak, termasuk bantal dan guling, serta perlunya pendampingan terhadap kebutuhan pendidikan dan biaya operasional sekolah.

Menurut Lili, program pendampingan tidak akan berhenti pada renovasi rumah semata.

Ia menegaskan relawan berkomitmen mengawal pemberdayaan keluarga hingga mampu mandiri secara ekonomi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anggota keluarga usia produktif.

“Kami ingin memutus rantai kemiskinan melalui pendampingan jangka panjang. Harapannya bukan hanya rumahnya yang menjadi layak, tetapi juga keluarganya dapat memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, putri tunggal Agus Leo, Firda Yuni Nur Aini, siswi kelas III SMP Negeri 19 Malang, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian para relawan.

Firda mengatakan sejak ibunya meninggal dunia, dirinya menjadi orang yang merawat sang ayah setiap hari.

Agus Leo mengalami kondisi kesehatan serius setelah mengalami kecelakaan yang menyebabkan punggungnya terbentur, kemudian mengalami sengatan listrik dan terjatuh. Akibatnya, ia tidak dapat berjalan dan harus menjalani aktivitas sehari-hari di tempat tidur.

Firda mengaku harus membantu seluruh kebutuhan ayahnya, mulai dari membersihkan tubuh, mengganti popok, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Terima kasih kepada semua relawan dan para donatur yang sudah membantu keluarga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” kata Firda.

Ia mengungkapkan, kondisi ekonomi keluarga sangat terbatas. Untuk membeli kebutuhan harian, termasuk sayur, dirinya terkadang harus meminjam uang kepada teman sekolah.

Selama ini kebutuhan hidup keluarga dibantu oleh rekan-rekan ayahnya yang sesekali mengirimkan uang sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Selain itu, keluarga juga menerima bantuan rutin sekitar Rp500 ribu setiap bulan dari kerabat dekat.

Di bidang pendidikan, Firda menyebut dirinya telah memperoleh perhatian dari Dinas Pendidikan Kota Malang sehingga tetap dapat melanjutkan sekolah.

Melalui kolaborasi berbagai organisasi sosial, relawan berharap program bedah rumah ini menjadi langkah awal menghadirkan hunian yang lebih aman sekaligus membuka akses kesejahteraan yang lebih baik bagi keluarga Agus Leo. Pendampingan akan terus dilakukan, baik dalam aspek perbaikan rumah, administrasi bantuan pemerintah, maupun pemberdayaan ekonomi keluarga secara berkelanjutan. (Kim/Ngalamutas.com)

Loading

Berita Terkait

Zulkarnain Terpilih Nahkodai IKA UNMER Malang, Database Alumni Jadi Program Awal
Wali Kota Malang Buka Munas IKA Unmer, Tekankan Peran Strategis Alumni
Pidato AHY di HUT ke-25 Partai Demokrat Disorot, Sam Tito: Kekuasaan Harus Tunduk pada Hukum
Ada Apa dengan “Malang Satu Meja”? Para Ketua Parpol Kota Malang Mulai Buka Komunikasi
Munas IKA Unmer Malang, 304 Suara dan Tujuh Kandidat Siap Tentukan Arah Organisasi
Djoko Prihatin Raih 9.9 Awarding Ketik.com, Dinobatkan sebagai Tokoh Muda Penggerak Demokrasi Inklusif
Bintaljarahdam V/Brawijaya Gelar Karya Bhakti Satnonkowil TA 2026 di Wonokoyo
DNewsaintcrew SMA Kolese Santo Yusup Malang Cetak Hat-Trick, Tiga Kali Beruntun Juara AQUA DBL Dance

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 01:24 WIB

Zulkarnain Terpilih Nahkodai IKA UNMER Malang, Database Alumni Jadi Program Awal

Sabtu, 12 September 2026 - 06:44 WIB

Wali Kota Malang Buka Munas IKA Unmer, Tekankan Peran Strategis Alumni

Sabtu, 12 September 2026 - 05:07 WIB

Pidato AHY di HUT ke-25 Partai Demokrat Disorot, Sam Tito: Kekuasaan Harus Tunduk pada Hukum

Jumat, 11 September 2026 - 09:44 WIB

Ada Apa dengan “Malang Satu Meja”? Para Ketua Parpol Kota Malang Mulai Buka Komunikasi

Kamis, 10 September 2026 - 18:13 WIB

Munas IKA Unmer Malang, 304 Suara dan Tujuh Kandidat Siap Tentukan Arah Organisasi

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

Bintaljarahdam V/Brawijaya Gelar Karya Bhakti Satnonkowil TA 2026 di Wonokoyo

Sabtu, 5 September 2026 - 11:34 WIB

DNewsaintcrew SMA Kolese Santo Yusup Malang Cetak Hat-Trick, Tiga Kali Beruntun Juara AQUA DBL Dance

Sabtu, 5 September 2026 - 09:25 WIB

Bedhaya Ketawang Kembali Tampil di Jumenengan PB XIV, PAKASA Malang Raya Sampaikan Nderek Mangayubagya

Berita Terbaru