KOTA MALANG-NGALAMUTAS.COM-Program RT Berkelas Pemerintah Kota Malang mulai berjalan secara bertahap di berbagai wilayah sejak awal tahun anggaran 2026. Di Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, pelaksanaan program tersebut memasuki tahap realisasi setelah seluruh proses perencanaan dan penyusunan administrasi dinyatakan rampung.
Kepastian itu disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri seluruh Ketua RT, Ketua RW, Kelompok Masyarakat (Pokmas), dan jajaran Kelurahan Tunjungsekar di kantor kelurahan setempat pada Rabu (29/7/2026).
Lurah Tunjungsekar, Waluyo Safari, SE., MM., mengatakan pekerjaan fisik Program Pokmas tahap pertama dengan nilai pelaksanaan sebesar 40 persen akan mulai direalisasikan pada 1 Agustus 2026. Menurutnya, seluruh tahapan perencanaan, termasuk penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), telah selesai sehingga kini memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.

“Tahapan perencanaan dan RAB sudah selesai. Sekarang kita masuk ke tahap pelaksanaan fisik pembangunan. Nantinya seluruh hasil pekerjaan akan dimonitoring dan dievaluasi dalam bentuk laporan resmi,” ujar Waluyo.
Program RT Berkelas merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Malang untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat. Setiap RT memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp50 juta yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan fisik maupun nonfisik. Penyaluran anggaran dilakukan secara bertahap di lima kecamatan, yakni Klojen, Lowokwaru, Blimbing, Sukun, dan Kedungkandang, dengan pendampingan dari pihak kelurahan serta ketua RW agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Di Tunjungsekar, usulan kegiatan meliputi pembangunan dan perbaikan infrastruktur lingkungan, seperti jalan lingkungan dan saluran drainase, serta pengadaan sarana pendukung kegiatan masyarakat dan program pemberdayaan.
Waluyo menegaskan keberhasilan program ini membutuhkan komitmen seluruh unsur masyarakat, mulai dari RT, RW, Pokmas hingga pemerintah kelurahan. Ia berharap seluruh pihak memiliki kesamaan persepsi agar proses pembangunan berjalan lancar.
“Tujuan utama pembangunan ini adalah menciptakan lingkungan yang lebih bersih, indah, nyaman, dan asri. Jangan sampai lokasi yang sebelumnya sudah baik justru menjadi tidak baik karena pembangunan. Kita ingin lingkungan menjadi lebih sejuk dan nyaman bagi masyarakat,” katanya.
Ia mengakui selama proses perencanaan sempat muncul berbagai pertanyaan dari masyarakat karena program tersebut merupakan kebijakan baru. Selain itu, penyusunan sebanyak 73 dokumen RAB membutuhkan ketelitian dan melibatkan tenaga teknis sehingga menyebabkan penyesuaian jadwal pelaksanaan.
Meski demikian, menurut Waluyo, kendala tersebut telah teratasi dan tim Pokmas dinilai memiliki kapasitas untuk menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan. Pengalaman melaksanakan program pembangunan sebelumnya, seperti Pokok Pikiran (Pokir) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), menjadi modal penting dalam pelaksanaan RT Berkelas.
Lebih lanjut, Waluyo berharap pembangunan infrastruktur yang direalisasikan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Dukungan pemerintah ini akan memberikan manfaat bagi warga. Perbaikan gorong-gorong dapat mengurangi potensi banjir, jalan yang sebelumnya belum berpaving menjadi lebih layak sehingga mobilitas warga semakin lancar. Selain itu, pengadaan sarana pendukung seperti tenda, meja, dan kursi juga akan membantu berbagai kegiatan masyarakat, terutama menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkasnya.(Sila/Ngalamutas.com)
![]()







