JAKARTA, NGALAMUTAS.COM – Meriyati Roeslani Hoegeng atau akrab disapa Eyang Meri, istri almarhum Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso (Kapolri periode 1968–1970), telah meninggal dunia di usia 100 tahun. Wanita yang lahir pada 23 Juni 1925 itu menghembuskan napas terakhir pada Selasa (3/2/2026) pukul 13.52 WIB setelah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polri, Kramatjati, Jakarta Timur. Jenazahnya akan disemayamkan di Pesona Khayangan, Kota Depok, Jawa Barat.
Profil Singkat Eyang Meri
Eyang Meri merupakan putri dari pasangan Soemakno Martokoesoemo dan Jeanne Reyneke van Stuwe. Ia menikah dengan Hoegeng Iman Santoso pada 31 Oktober 1946 di Yogyakarta, dan dari pernikahan tersebut dikaruniai tiga anak, yaitu Renny Soerjanti Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, dan Sri Pamujining Rahayu.
Suaminya, Hoegeng Iman Santoso, dikenal sebagai polisi yang menjunjung tinggi nilai demokrasi dan menolak penyalahgunaan wewenang, bahkan disebut sebagai polisi paling jujur. Seiring dengan itu, Eyang Meri kerap menitipkan pesan agar Korps Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta organisasi Bhayangkari tetap menjaga jujuran dan integritas. Saat peresmian Monumen Jenderal Hoegeng di Pekalongan pada November 2023, ia menyampaikan doa dan ucapan terima kasih kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo atas pembangunan monumen tersebut.
Buku Spesial untuk Ulang Tahun ke-100
Pada Senin (23/6/2025), saat merayakan ulang tahun ke-100 yang diadakan di Depok, cucunya Krisnadi Ramajaya Hoegeng (Rama) meluncurkan buku spesial berjudul “Meriyati Hoegeng, 100 Tahun Langkah Setia Pengabdian”. Buku tersebut disusun dengan mengumpulkan kliping, artikel, serta cerita dari orang-orang terdekat keluarga, dan menjadi persembahan keluarga atas dedikasi Eyang Meri. Rama juga mengungkapkan bahwa Megawati Soekarnoputri turut berkontribusi dalam pembuatan buku tersebut.
LS – Ngalamutas.com
![]()














