KABUPATEN MALANG, NGALAMUTAS.COM – Misteri penemuan jenazah berstatus Mr X di kawasan Bendungan Sengguruh akhirnya terungkap. Setelah melalui serangkaian pendalaman dan pemeriksaan forensik, jenazah tersebut dipastikan adalah OPR (13), bocah asal Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, yang sebelumnya dilaporkan hanyut.
Peristiwa tragis ini bermula pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 13.45 WIB. Saat itu, korban tengah bermain air hujan bersama tiga rekannya di sekitar saluran irigasi Desa Druju. OPR, pelajar kelas 1 SMPI Druju, diketahui duduk di bibir saluran sambil mengayun-ayunkan kaki ke aliran air, sementara tiga temannya yakni Elang (13), Fajar (13), dan adiknya Maulid Billy Rahardjo (9) berada tidak jauh. Hujan deras membuat debit air meningkat tajam, hingga tubuh korban terseret arus dan menghilang dalam hitungan detik. Upaya pencarian awal oleh teman-temannya tidak membuahkan hasil.
Seperti dikutip dari Sudutkota.id, jenazah korban akhirnya ditemukan pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 13.41 WIB di area penyekat enceng gondok aliran Sungai Lesti menuju Bendungan Sengguruh, wilayah perbatasan Kecamatan Kepanjen dan Kecamatan Pagelaran. Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan petugas keamanan Perum Jasa Tirta Bendungan Sengguruh dan langsung ditindaklanjuti oleh BPBD Kabupaten Malang.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan bahwa pihaknya segera mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi setelah menerima laporan. Proses evakuasi melibatkan unsur gabungan BPBD, Basarnas, INAFIS Polres Malang, Polsek setempat, petugas Perum Jasa Tirta, relawan, hingga tim SAR.
Awalnya identitas korban belum diketahui dan dinyatakan sebagai Mr X, sehingga jenazah dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk pemeriksaan forensik. Hasil visum luar memperkirakan korban telah meninggal sekitar 2 hingga 4 hari sebelum ditemukan. Pemeriksaan sidik jari kemudian menunjukkan kecocokan dengan cap tiga jari pada ijazah milik korban, sehingga petugas meyakini jenazah adalah OPR.
Tim SAR bersama Polsek Sumbermanjing Wetan dan perangkat Desa Druju segera berkoordinasi dengan keluarga, yang kemudian menerima hasil identifikasi tersebut. Pada Sabtu pagi (21/2/2026), jenazah dijemput keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.
Dengan teridentifikasinya korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh potensi SAR dikembalikan ke satuan masing-masing. “Atas nama tim dan seluruh unsur yang terlibat, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kerja sama semua pihak,” pungkas Sadono.
LS – Ngalamutas.com
![]()














