BATU (JATIM),NGALAMUTAS.COM-SDN Sidomulyo 02 Kota Batu meluncurkan inovasi pendidikan karakter bertajuk “ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo” sebagai upaya membiasakan peserta didik menerapkan nilai-nilai sopan santun dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Program tersebut diterapkan sebagai respons terhadap tantangan pendidikan karakter di era digital, ketika kebiasaan mengucapkan kata-kata sopan seperti permisi, maaf, tolong, serta budaya menyapa, memberi salam, dan tersenyum dinilai mulai berkurang di kalangan anak-anak.
Kepala SDN Sidomulyo 02 Kota Batu, Marsiana Ika Supriharsini, S.Pd, mengatakan inovasi tersebut bertujuan membentuk karakter peserta didik melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
“Sekolah diharapkan menjadi tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia,” ujar Marsiana kepada awak media, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap pentingnya bersikap ramah dan santun kepada siapa pun.
“Selain itu, program ini juga bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang hangat, menyenangkan, saling menghargai, serta membentuk peserta didik yang santun, peduli, dan berbudaya,” tambahnya.
Sementara itu, Guru SDN Sidomulyo 02, Elzauja Zahara, S.Pd, menjelaskan bahwa inovasi tersebut menyasar seluruh peserta didik dengan melibatkan guru, orang tua, serta masyarakat.
Menurutnya, bagi siswa, program ini diharapkan mampu membiasakan penggunaan kata-kata positif dalam komunikasi, menumbuhkan sikap sopan, ramah, empati, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam berinteraksi.
Bagi sekolah, inovasi tersebut diharapkan membangun budaya sekolah yang positif sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan saling menghormati.
Sementara bagi orang tua dan masyarakat, program ini diharapkan memperkuat sinergi dalam membentuk karakter anak sehingga nilai-nilai kesantunan juga diterapkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Elzauja menjelaskan, salah satu keunggulan program tersebut adalah penerapan Zona 5S di gerbang sekolah. Setiap pagi guru piket bersama siswa yang bertugas menyambut kedatangan peserta didik dengan senyum, salam, sapa, sikap sopan, dan santun sebelum kegiatan belajar dimulai.
Setelah memasuki gerbang sekolah, siswa juga diajak memilih salah satu bentuk “bahasa cinta” yang tersedia pada banner, seperti simbol hati, pelukan, maupun tos sebagai bentuk penguatan interaksi positif antarsiswa.
Dalam pelaksanaannya, mulai pukul 06.30 WIB guru piket bersama perwakilan siswa dari setiap kelas menyambut kedatangan peserta didik. Setelah bel masuk, seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan pembiasaan, dilanjutkan dengan role playing mengenai penerapan karakter seperti sopan santun, empati, ramah, mengucapkan maaf, permisi, dan tolong.
Kegiatan kemudian ditutup dengan saling bersalaman antara siswa dan guru sebelum seluruh peserta didik memasuki kelas untuk mengikuti proses pembelajaran.
Melalui inovasi “ESSIDA, Permisi Mang Iki Sasa Senyum Lo”, SDN Sidomulyo 02 Kota Batu berharap budaya sopan santun tidak hanya menjadi kebiasaan di sekolah, tetapi juga terbawa dalam kehidupan peserta didik di tengah keluarga dan masyarakat.(Dik)
![]()







