Situbondo, ngalamutas.com – Berita duka menyelimuti wilayah Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada hari Rabu (18/2/2026) siang. Sebuah ledakan hebat yang diduga berasal dari bubuk petasan dalam jumlah besar mengguncang pemukiman padat penduduk di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, tepat sekitar pukul 12.00 WIB yang bertepatan dengan kumandang azan zuhur yang sedang terdengar dari masjid-masjid di sekitar lokasi kejadian.
Kabar kejadian segera menyebar ke seluruh pelosok desa bahkan hingga kecamatan sekitarnya, mengundang keprihatinan dari masyarakat luas serta pihak berwenang yang langsung bergerak cepat untuk menanggapi insiden yang tidak diinginkan ini.
KRONOLOGI & DAMPAK KEJADIAN
Berdasarkan informasi dari saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian, ledakan terjadi secara tiba-tiba dengan suara yang sangat keras hingga dapat terdengar hingga radius 1 kilometer dari pusat kejadian. Beberapa warga yang berada di rumah sekitar melaporkan bahwa mereka merasa rumah bergetar hebat dan beberapa barang pecah terlempar akibat benturan udara dari ledakan.
Pusat ledakan diduga berasal dari rumah milik Ibu Kulsum (60 tahun), seorang warga lokal yang telah tinggal di Dusun Mimbo selama lebih dari 30 tahun. Rumah satu lantai yang menjadi sumber ledakan tersebut hancur rata dengan tanah, tidak tersisa satu pun struktur bangunan yang masih berdiri. Selain itu, setidaknya 5 hingga 7 rumah warga di sekitarnya mengalami kerusakan yang bervariasi mulai dari ringan hingga berat.
Rumah-rumah yang terkena dampak mengalami kerusakan pada atap, kaca jendela yang pecah bertebaran, serta beberapa bagian dinding yang retak bahkan roboh. Beberapa fasilitas umum di sekitar lokasi seperti jalan setapak lokal dan sumur warga juga mengalami kerusakan akibat benturan dari ledakan. Warga yang berada di sekitar lokasi saat kejadian menyatakan bahwa mereka langsung panik dan berusaha keluar dari rumah masing-masing untuk mencari tempat yang aman, sekaligus membantu korban yang terluka.
DATA KORBAN
Insiden tragis ini memakan total 7 korban dengan kondisi yang berbeda-beda. Berikut rincian lengkapnya:
– 1 Orang Meninggal Dunia: Supriyadi (usia 50-55 tahun), seorang pekerja harian yang saat kejadian berada di dekat rumah Ibu Kulsum untuk bertukang kayu. Korban ditemukan tertimbun reruntuhan bangunan oleh tim penyelamat yang segera tiba di lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan awal oleh petugas kesehatan yang berada di lokasi, korban dinyatakan meninggal dunia karena cedera berat pada bagian kepala dan tubuhnya.
– 6 Orang Luka-luka:
– Abdurrahman (15 tahun): Seorang pelajar SMA yang saat kejadian sedang berada di halaman rumahnya yang berjarak sekitar 50 meter dari pusat ledakan. Korban mengalami luka bakar hingga 90% pada seluruh bagian tubuh serta cedera pada bagian tenggorokan akibat menghirup asap dari ledakan. Kondisinya dinilai sangat kritis sehingga segera dirujuk menggunakan ambulans ke RSUD dr. Abdoer Rahem di Kota Situbondo, yang memiliki fasilitas khusus untuk menangani kasus luka bakar berat.
– Ibu Kulsum (60 tahun): Pemilik rumah yang menjadi pusat ledakan. Korban berhasil diselamatkan oleh warga sekitar beberapa menit setelah kejadian, namun mengalami patah kaki kanan dan luka bakar pada bagian lengan serta wajah. Setelah mendapatkan pertolongan pertama di posko kesehatan yang dibangun di lokasi, Ibu Kulsum kemudian dirawat di RSUD Asembagus.
– Samsul (22 tahun): Seorang pemuda yang bekerja sebagai penjaga sawah di sekitar lokasi kejadian. Mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki serta memar pada bagian tubuh lainnya.
– Riko (25 tahun): Tetangga dekat rumah Ibu Kulsum yang saat kejadian sedang berada di dalam rumahnya. Mengalami luka bakar ringan hingga sedang pada bagian dada dan lengan, serta cedera akibat tertimpa barang yang terlempar akibat ledakan.
– Faiz (20 tahun): Pelajar mahasiswa yang sedang pulang kampung dari kota Surabaya. Korban berada di rumah orang tuanya yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi ledakan dan mengalami luka bakar pada bagian wajah dan leher.
– Fino (usia 15-25 tahun): Seorang pekerja yang sedang melewati jalan dekat lokasi kejadian saat ledakan terjadi. Mengalami luka bakar pada bagian kaki dan memar pada bagian kepala.
Keempat korban terakhir tersebut sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Asembagus, dan menurut laporan dari pihak rumah sakit, kondisi mereka saat ini sudah mulai stabil meskipun masih membutuhkan waktu untuk pemulihan yang lebih lanjut.
TINDAKAN PIHAK BERWAJIB
Setelah menerima laporan kejadian, pihak berwajib segera mengambil langkah-langkah penanganan dengan cepat dan terkoordinasi:
– Olah TKP: Polres Situbondo melalui Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) serta Petugas Polisi Pamong Praja (Polisi Pamong) telah segera memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi kejadian agar tidak terjadi gangguan atau kerusakan bukti. Tim penyelidikan telah melakukan pengolahan tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh, termasuk mengumpulkan bukti-bukti fisik seperti sisa-sisa bubuk petasan, bagian-bagian dari peralatan yang diduga digunakan untuk produksi, serta dokumentasi lokasi kejadian melalui foto dan video.
– Tim Jihandak: Tim Penjinak Bom dan Hantu (Jihandak) dari Korps Brimob Polda Jawa Timur telah dikerahkan ke lokasi kejadian pada sore hari yang sama. Tugas utama tim ini adalah melakukan pemeriksaan menyeluruh di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada sisa bubuk petasan yang masih aktif atau bahan peledak lainnya yang berpotensi menyebabkan ledakan susulan. 
– Penyelidikan: Kapolres Situbondo melalui Kasat Reskrim menyatakan bahwa pihak kepolisian tengah mendalami secara mendalam asal-usul bubuk petasan dalam jumlah besar yang menyebabkan ledakan tersebut. Selain itu, tim penyelidikan juga sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam produksi maupun penyimpanan petasan secara ilegal di wilayah tersebut. Menurut peraturan yang berlaku, produksi dan penyimpanan bubuk petasan dalam jumlah besar tanpa izin resmi dari pihak berwenang merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenai pidana berat. Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi serta keluarga korban untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas terkait kejadian.
– Penanganan Warga: Pemerintah Desa Sumberanyar bersama dengan Dinas Sosial Kabupaten Situbondo telah membangun posko pengungsian serta posko kesehatan sementara di lokasi kejadian untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal atau membutuhkan pertolongan kesehatan. Beberapa warga yang merasa trauma akibat kejadian juga mendapatkan dukungan dari tenaga konselor yang dikirim oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Situasi di lokasi kejadian saat ini masih dalam pengamanan ketat oleh pihak kepolisian dan petugas keamanan lainnya. Banyak warga sekitar yang masih merasa trauma dan khawatir akan adanya ledakan susulan, sehingga sebagian dari mereka masih tinggal di posko pengungsian atau menginap ke rumah keluarga di wilayah lain. Pihak pemerintah daerah telah memberikan jaminan bahwa akan terus melakukan pemantauan serta memberikan bantuan yang diperlukan bagi korban dan keluarga mereka hingga kondisi kembali normal.
(Yanto & Team Ngalamutas.com)
![]()














