KABUPATEN BENER MERIAH, NGALAMUTAS.COM – Rumah Sakit (RS) Azalia yang terletak di Bale Atu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, sedang menghadapi krisis stok oksigen yang mengkhawatirkan. Saat ini hanya tersisa dua tabung oksigen yang diperkirakan hanya bertahan selama satu hari, sehingga berpotensi mengancam keselamatan bayi yang baru lahir dan ibu hamil.
Keterangan tersebut disampaikan Direktur RS Azalia, Fitri Amalia Rahma, pada Kamis (4 Desember 2025). Menurutnya, berdasarkan kesepakatan pasca bencana banjir, seluruh tindakan penanganan ibu hamil di Bener Meriah dipusatkan di RS Azalia, sementara RSUD Muyang Kute difokuskan untuk pelayanan bedah.
“Dua tabung oksigen yang tersisa saat ini hanya dimaksimalkan untuk ruang operasi saja. Setiap hari, rumah sakit ini menangani hingga enam pasien,” ujar Fitri. Kekurangan oksigen memiliki dampak besar terhadap keselamatan pasien, terutama ibu dan bayi. Dia menambahkan, “Jadi harus ada oksigen, jika tidak ada maka kami tidak akan berani melakukan tindakan operasi terhadap pasien yang akan ditangani. Karena ini menyangkut nyawa ibu dan bayi.”
Masalah yang semakin parah adalah kesulitan dalam mendapatkan pasokan oksigen tambahan. Fitri mengaku bingung mencari sumber karena akses jalan dari Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen menuju Bener Meriah putus total. Selain itu, stok oksigen di RSUD Muyang Kute juga terbatas.
“Kami harap pemerintah pusat dapat segera mengirimkan oksigen dengan melalui udara,” pinta Fitri dengan harapan bantuan cepat dapat tiba sebelum krisis menjadi lebih parah.
Sumber: AJNN.NET
(Red)
![]()














