Kasus Pembunuhan Keji di Bangkalan: Ibu Tiga Anak Tewas Akibat Kehamilan dari Hubungan Terlarang

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN(MADURA), NGALAMUTAS.COM – Kisah yang menyayat hati terjadi di Bangkalan, Madura, ketika Hotima (39), seorang ibu dari tiga anak, tewas dibunuh secara keji oleh kekasih gelapnya, Sony Safaat (25). Motif yang mendasari pembunuhan ini terkuak sebagai akibat dari kehamilan Hotima yang dihasilkan dari hubungan terlarang keduanya yang telah berlangsung selama dua tahun. Sony, yang bekerja sebagai penjual martabak, menolak untuk bertanggung jawab dan menikahi korban.

Menurut laporan yang diperoleh, peristiwa berawal dari pertemuan di kebun depan rumah Hotima, di mana terjadi cekcok setelah Hotima menuntut pertanggungjawaban atas kehamilannya. Sony, yang merasa tidak mampu secara finansial untuk menafkahi anak-anak Hotima dan calon bayi yang akan lahir, mengalami kecemasan yang berujung pada kepanikan. Dalam keadaan tersebut, ia mengambil tindakan brutal dengan menusukkan pisau ke perut dan menggorok leher Hotima hingga korban tewas, meninggalkan jasadnya terkapar di lahan terbuka.

Kasus ini terungkap ketika ibu dan anak perempuan Hotima menemukan jasadnya pada pagi hari. Awalnya, Sony berpura-pura tidak mengetahui apa-apa dan bahkan menghadiri pemakaman korban untuk menghindari kecurigaan dari lingkungan sekitar. Namun, upaya penyembunyiannya tidak berlangsung lama. Polisi yang melakukan penyelidikan berhasil mengungkap hubungan terlarang mereka melalui riwayat komunikasi di ponsel Hotima. Akhirnya, Sony ditangkap dua hari setelah kejadian dan mengakui perbuatannya. Saat ini, pelaku terancam dengan hukuman penjara seumur hidup sesuai dengan ketentuan hukum.

Kasus ini menjadi sorotan masyarakat karena menunjukkan konsekuensi yang pahit dari hubungan yang tidak teratur serta kurangnya rasa tanggung jawab individu. Selain itu, ia juga mengingatkan akan pentingnya menangani masalah hubungan dan kehamilan dengan cara yang bijak, serta mencari bantuan dari pihak yang berwenang atau lembaga sosial ketika menghadapi kesulitan.

Ngalamutas.com

Loading

Berita Terkait

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.
Turunnya Wahyu Purbaningrat Kepemimpinan Bagi Pemimpin yang Adil dan Mengutamakan Rakyat.
DPD PITI Malang Raya Fasilitasi WN China Masuk Islam, Li Huilin Resmi Jadi Mualaf di Kota Malang
Bersih Desa Wadung 2026, Lakon “Wahyu Purboningrat” Gaungkan Nilai Kepemimpinan dan Gotong Royong.
Gudang SMPN 3 Tunjungan Blora Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
Kecelakaan Lalu Lintas, Satu Pengendara Motor Tewas
Sindikat Curanmor Lintas Wilayah di Acara Dangdut Todanan Digulung, 3 Tersangka Berbagi Peran
Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:24 WIB

Lakon Punakawan: “Cahya Hidayah dari Timur” Kisah Mualaf Warga Tionghoa.

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:22 WIB

Turunnya Wahyu Purbaningrat Kepemimpinan Bagi Pemimpin yang Adil dan Mengutamakan Rakyat.

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:20 WIB

DPD PITI Malang Raya Fasilitasi WN China Masuk Islam, Li Huilin Resmi Jadi Mualaf di Kota Malang

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:56 WIB

Bersih Desa Wadung 2026, Lakon “Wahyu Purboningrat” Gaungkan Nilai Kepemimpinan dan Gotong Royong.

Jumat, 19 Juni 2026 - 02:05 WIB

Gudang SMPN 3 Tunjungan Blora Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:54 WIB

Sindikat Curanmor Lintas Wilayah di Acara Dangdut Todanan Digulung, 3 Tersangka Berbagi Peran

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:05 WIB

Lahirkan Pemimpin Polri Masa Depan, STIK Wisuda 289 Lulusan S1, S2, dan Doktor Ilmu Kepolisian

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:52 WIB

Uang PIP Cair 450 Ribu Dipotong Kep – Sek 100 Ribu Sebagai Komo – Komo, Paska Viral, Kini Dikembalikan Ke Wali Murid SDN 1 Sumber Kradenan Blora.

Berita Terbaru