KOTA KEDIRI (JAWA TIMUR), NGALAMUTAS.COM – Perasaan Dewi (32), bukan nama sebenarnya, ibu muda asal Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, tengah tercampur aduk antara marah dan cemas. Anak gadisnya yang masih bersekolah di kelas 5 Sekolah Dasar (SD) baru saja menjadi korban pelecehan seksual berupa begal payudara.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/2/2026) saat anaknya berjalan kaki seorang diri pulang sekolah di jalan desa lingkungan Kelurahan Tempurejo. Menurut Dewi, sang anak tiba-tiba dihampiri lelaki asing yang mengendarai motor matic dan memiliki postur tubuh gemuk, yang awalnya menanyakan suatu tempat.
“Selesai tanya, pelaku tiba-tiba pegang payudara anak saya dan langsung pergi naik motor,” ujar Dewi kepada awak media pada Kamis (12/2/2026).
Setelah kejadian, anaknya berlari pulang dan menceritakan pengalamannya sambil menangis kencang dan penuh ketakutan. Dewi segera pergi ke lokasi peristiwa namun tidak menemukan pelaku. Ia kemudian mencari CCTV di sekitar lokasi dan menemukan sosok yang mirip dengan deskripsi pelaku.
Untuk mencari informasi lebih lanjut dan melindungi anaknya, Dewi memajang video CCTV tersebut di status WhatsApp-nya. Dari sana, ia mendapatkan informasi bahwa terdapat sejumlah korban lain yang diduga menjadi sasaran pelaku yang sama, meskipun bentuk pelecehan yang diterima berbeda, yaitu dipameri alat vital.
“Dampak perbuatannya sangat menggangu kondisi psikologis korban. Kayaknya yang jadi sasaran memang anak-anak SD,” ucap Dewi dengan nada geram.
Ia berharap kasus ini segera mendapatkan perhatian dari aparat kepolisian. Saat ini, anaknya bahkan meminta untuk diantar jemput setiap kali akan berangkat sekolah.
LS – Ngalamutas.com
![]()














