KABUPATEN MALANG, NGALAMUTAS.COM – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Malang menggelar hari kedua workshop bertajuk advokasi profesionalisme di Pendopo Kabupaten Malang, Jumat (13/02/2026).
Forum strategis ini fokus pada internalisasi nilai integritas dan kepedulian sosial guna mencetak karakter peserta didik yang tangguh di tengah arus disrupsi digital.
Ketua KKG PAI Kabupaten Malang, Bahrodin, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam laporan programnya menegaskan bahwa organisasi ini bertransformasi menjadi ruang kolaborasi nyata.
“KKG PAI bukan sekadar wadah kompetensi pedagogik, tetapi misi utama kami adalah pembinaan karakter siswa yang relevan dengan perkembangan zaman,” tegasnya.
Kasi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Malang, M. Ali Imron Zunaidi, M.Pd., menekankan bahwa pendidikan agama harus melampaui aspek kognitif. Menurutnya, guru PAI wajib menjadi figur teladan yang menanamkan empati dan integritas untuk membentengi moral generasi muda di era digital.
Sejalan dengan hal tersebut, narasumber dari Universitas Negeri Malang, Faris Khoirul Anam, LC., M.H.I., memaparkan konsep mendalam mengenai klasifikasi peran guru. Ia menguraikan tiga tipe guru.
Syaikhut-Ta’lim yakni guru yang sekadar mentransfer ilmu. Syaikhut-Tarbiyah merupakan Guru yang mendidik karakter. Sedangkan Syaikhut-Tarqiyah adalan Level tertinggi, yakni guru yang mampu membuka hati dan pikiran siswa melalui keteladanan nyata.
Dalam sesi studi kasus, forum menyoroti maraknya perundungan (bullying) digital di lingkungan sekolah dasar. Faris menekankan bahwa karakter tangguh bukan berarti siswa harus pasrah menerima ejekan, melainkan memiliki keberanian untuk menolak dan menghentikan perilaku yang menyakiti.
Internalisasi nilai ini didorong melalui strategi konkret, mulai dari keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan budaya positif, hingga Project Based Learning berbasis sosial yang diintegrasikan ke dalam RPP atau modul ajar.
Menutup rangkaian acara, Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Langgeng Suprianto, M.Pd., mengapresiasi sinergi antara Kemenag dan Dinas Pendidikan. Ia menegaskan bahwa indikator profesionalisme guru kini juga diukur dari keberhasilan menciptakan budaya sekolah yang aman dan berintegritas.
Workshop ini diharapkan mampu melahirkan guru PAI yang tidak hanya menyampaikan materi teks, tetapi menjadi penggerak perubahan karakter yang siap mencetak generasi berakhlak mulia dan responsif terhadap dinamika zaman.
(Aliya)
![]()














