ASAM Tolak Trans Jatim Koridor 2, Desak Evaluasi Total Koridor

- Redaksi

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0-3840x2160-0-0#

i

0-3840x2160-0-0#

KOTA MALANG (JATIM),NGALAMUTAS.COM-Front Aliansi Sopir Angkot Malang (ASAM) kembali menegaskan sikap menolak operasional Trans Jatim Koridor 2 di Malang Raya sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Koridor 1. Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Terminal Angkot Arjosari, Kota Malang, Senin (3/8/2026).

Ketua ASAM, Bambang Kurniawan menjelaskan, keputusan organisasinya untuk tidak menghadiri rapat koordinasi yang digelar Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur pada pukul 13.00 WIB di hari yang sama, merupakan bentuk sikap terhadap agenda rapat yang dinilai tidak sesuai dengan hasil kesepakatan yang telah dituangkan dalam notulensi audiensi sebelumnya.

“Ketidakhadiran kami bukan karena menolak undangan. Itu adalah bentuk sikap kami karena agenda rapat tidak sesuai dengan notulen yang telah disepakati bersama,” ujarnya.

Menurutnya, dalam notulensi audiensi sebelumnya telah disepakati bahwa sebelum Trans Jatim Koridor 2 dijalankan, pemerintah terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap operasional Koridor 1 dengan mengkaji aspek sosial, budaya, pemberdayaan masyarakat, serta manfaat yang dirasakan masyarakat dan pelaku transportasi.

Namun, ASAM menilai agenda rapat yang diterima hanya berfokus pada pembahasan Koridor 2 tanpa memberikan informasi maupun hasil evaluasi terkait Koridor 1.

“Kami meminta keterbukaan informasi mengenai Koridor 1 hingga Koridor 2. Transparansi kebijakan menjadi hal utama yang harus disampaikan kepada masyarakat, khususnya para pengemudi yang terdampak,” kata Bambang.

Selain meminta evaluasi, ASAM juga menilai sistem feeder, integrasi rute, maupun mekanisme tiket harus dibahas secara terbuka agar dapat disesuaikan dengan kondisi transportasi yang telah lama beroperasi di Malang Raya.

Dalam audiensi sebelumnya di Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, ASAM bersama DPD Organda Jawa Timur, DPC Organda Kota Malang, ADRON, serta para pemangku kepentingan lainnya juga menyepakati perlunya evaluasi Koridor 1 dengan melibatkan akademisi, DPRD Kota Malang, DPRD Provinsi Jawa Timur, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, perwakilan sopir angkutan existing, dan berbagai stakeholder terkait.

Bambang menyebut evaluasi tersebut penting karena para sopir mengaku telah merasakan dampak ekonomi sejak beroperasinya Trans Jatim Koridor 1.

“Kalau ada transparansi mengenai hasil evaluasi Koridor 1 tentu akan kami pertimbangkan demi keadilan sosial. Tetapi apabila tidak ada, sikap kami tetap menolak operasional Koridor 2,” tegasnya.

Berdasarkan data organisasi, sekitar 600 sopir angkutan umum di Kota Malang telah tergabung dalam ASAM. Sementara itu, pendataan sopir dari wilayah Kabupaten Malang masih terus dilakukan mengingat rencana layanan Trans Jatim mencakup seluruh kawasan Malang Raya.

“Kami sedang mengoordinasikan rekan-rekan di Kabupaten Malang agar memiliki visi yang sama sehingga sistem transportasi publik ke depan benar-benar terintegrasi tanpa mengabaikan keberlangsungan para pengemudi yang sudah puluhan tahun melayani masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Achmad Faried yang hadir sebagai bentuk solidaritas kepada para sopir angkot menilai persoalan utama bukanlah penolakan terhadap modernisasi transportasi, melainkan kekhawatiran para pengemudi kehilangan sumber penghidupan.

“Yang diperjuangkan teman-teman bukan sekadar soal jalur. Mereka memikirkan kebutuhan pokok keluarga. Ketika koridor baru berjalan tanpa ada kepastian terhadap nasib mereka, tentu itu menjadi persoalan,” kata Faried.

Ia menilai, apabila hanya sebagian kecil sopir yang direkrut dalam sistem transportasi baru, maka masih banyak pengemudi yang berpotensi kehilangan pekerjaan.

“Dari ratusan sopir mungkin hanya puluhan yang bisa direkrut. Lalu bagaimana nasib sisanya? Mereka sudah puluhan tahun mengabdi melayani masyarakat. Yang mereka inginkan bukan menolak perubahan, tetapi adanya penataan yang adil serta kepastian terhadap keberlangsungan mata pencaharian mereka,” pungkasnya.(Kim)

Loading

Berita Terkait

Zulkarnain Terpilih Nahkodai IKA UNMER Malang, Database Alumni Jadi Program Awal
Wali Kota Malang Buka Munas IKA Unmer, Tekankan Peran Strategis Alumni
Pidato AHY di HUT ke-25 Partai Demokrat Disorot, Sam Tito: Kekuasaan Harus Tunduk pada Hukum
Ada Apa dengan “Malang Satu Meja”? Para Ketua Parpol Kota Malang Mulai Buka Komunikasi
Munas IKA Unmer Malang, 304 Suara dan Tujuh Kandidat Siap Tentukan Arah Organisasi
Djoko Prihatin Raih 9.9 Awarding Ketik.com, Dinobatkan sebagai Tokoh Muda Penggerak Demokrasi Inklusif
Bintaljarahdam V/Brawijaya Gelar Karya Bhakti Satnonkowil TA 2026 di Wonokoyo
DNewsaintcrew SMA Kolese Santo Yusup Malang Cetak Hat-Trick, Tiga Kali Beruntun Juara AQUA DBL Dance

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 01:24 WIB

Zulkarnain Terpilih Nahkodai IKA UNMER Malang, Database Alumni Jadi Program Awal

Sabtu, 12 September 2026 - 06:44 WIB

Wali Kota Malang Buka Munas IKA Unmer, Tekankan Peran Strategis Alumni

Sabtu, 12 September 2026 - 05:07 WIB

Pidato AHY di HUT ke-25 Partai Demokrat Disorot, Sam Tito: Kekuasaan Harus Tunduk pada Hukum

Jumat, 11 September 2026 - 09:44 WIB

Ada Apa dengan “Malang Satu Meja”? Para Ketua Parpol Kota Malang Mulai Buka Komunikasi

Kamis, 10 September 2026 - 18:13 WIB

Munas IKA Unmer Malang, 304 Suara dan Tujuh Kandidat Siap Tentukan Arah Organisasi

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

Bintaljarahdam V/Brawijaya Gelar Karya Bhakti Satnonkowil TA 2026 di Wonokoyo

Sabtu, 5 September 2026 - 11:34 WIB

DNewsaintcrew SMA Kolese Santo Yusup Malang Cetak Hat-Trick, Tiga Kali Beruntun Juara AQUA DBL Dance

Sabtu, 5 September 2026 - 09:25 WIB

Bedhaya Ketawang Kembali Tampil di Jumenengan PB XIV, PAKASA Malang Raya Sampaikan Nderek Mangayubagya

Berita Terbaru