KOTA MALANG-NGALAMUTAS.COM- Hari pertama uji coba fungsional Jalan Terusan Griyashanta langsung menghadirkan perubahan yang terasa bagi masyarakat. Akses baru yang menghubungkan kawasan Soekarno-Hatta dengan Candi Panggung itu seolah membuka “urat nadi” baru Kota Malang. Sejak resmi dibuka pada Senin (27/7), kendaraan roda dua, roda empat hingga pejalan kaki silih berganti melintasi jalan tersebut, memanfaatkan jalur yang selama ini dinantikan untuk memangkas waktu tempuh.
Meski sempat diwarnai aksi penolakan dari sebagian warga di sekitar lokasi, geliat aktivitas di jalan tembus itu tak terbendung. Arus kendaraan terus mengalir, sementara masyarakat mulai merasakan langsung manfaat hadirnya akses alternatif yang membuat perjalanan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.
Bagi para pelajar, jalan baru ini menjadi harapan yang mengurangi perjuangan menuju sekolah. Langkah kaki mereka kini lebih singkat karena tidak lagi harus memutar melalui jalan yang lebih jauh. Orang tua yang setiap pagi mengantar dan menjemput anak juga merasakan perbedaan nyata. Waktu perjalanan berkurang, kemacetan dapat dihindari, dan aktivitas sehari-hari menjadi lebih ringan.
Manfaat yang sama turut dirasakan para pengemudi ojek online. Jalur yang lebih pendek membuat mereka dapat menyelesaikan perjalanan dalam waktu lebih singkat. Efisiensi ini tidak hanya menghemat biaya operasional, tetapi juga membuka peluang memperoleh lebih banyak order dalam sehari karena waktu tempuh yang semakin ringkas.
Menjelang sore, wajah Jalan Terusan Griyashanta berubah menjadi ruang publik yang hidup. Deretan warga tampak berjalan santai, berlari, bersepeda, hingga sekadar menikmati udara sore bersama keluarga. Jalan yang semula hanya diproyeksikan sebagai penghubung antarkawasan kini mulai menjadi tempat berkumpul dan berinteraksi bagi masyarakat.
Pemandangan tersebut menjadi gambaran awal bahwa kehadiran Jalan Terusan Griyashanta bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur. Lebih dari itu, jalan ini mulai menghadirkan dampak nyata terhadap mobilitas, efisiensi aktivitas harian, hingga kualitas ruang publik yang dapat dinikmati warga Kota Malang.
Pemerintah Kota Malang menetapkan uji coba fungsional jalan ini berlangsung selama 10 hari dengan jam operasional tertentu. Masa uji coba tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan selanjutnya, sembari mengukur sejauh mana manfaat jalan tembus ini mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di Kota Malang. (Kim/Ngalamutas.com)
![]()







