KOTA MALANG–NGALAMUTAS.COM-Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi memulai uji coba fungsional Jalan Terusan Griyashanta, Senin (27/7). Pada hari pertama pelaksanaan, jalan tembus tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat sebagai bagian dari uji coba yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari.
Meski demikian, pelaksanaan uji coba sempat diwarnai aksi penolakan dari sebagian warga RW 12 Perum Griyashanta. Sejumlah warga membentangkan poster penolakan, melakukan aksi penyampaian pendapat, serta menutup akses gerbang utama menggunakan pagar bambu dan beberapa kendaraan.

Di sisi lain, sejumlah warga masyarakat justru menyambut baik dibukanya Jalan Terusan Griyashanta. Mereka menilai kehadiran jalan penghubung tersebut akan membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Soekarno-Hatta, Jalan MT Haryono, hingga Jalan Borobudur, terutama pada jam-jam sibuk.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan jalan tembus tersebut telah lama dinantikan masyarakat karena memberikan alternatif akses yang lebih cepat.
“Kalau jalan ini difungsikan, masyarakat punya pilihan jalur. Tidak semua kendaraan harus menumpuk di jalan utama. Harapan kami uji coba ini bisa menjadi evaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ujarnya.
Dukungan serupa datang dari salah satu pengemudi ojek online, Rudi. Menurutnya, keberadaan Jalan Terusan Griyashanta akan memangkas waktu tempuh sehingga pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih cepat.
“Sebagai ojol tentu kami sangat terbantu. Jalur ini membuat perjalanan lebih singkat, hemat bahan bakar, dan mengurangi kemacetan. Mudah-mudahan setelah uji coba bisa segera dibuka secara penuh,” kata Rudi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, arus lalu lintas di Jalan Terusan Griyashanta pada hari pertama uji coba berlangsung cukup lancar. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mulai memanfaatkan jalur baru tersebut meski akses menuju gerbang utama Perum Griyashanta masih diwarnai aksi penolakan dari sebagian warga.
Pemkot Malang menjadwalkan uji coba Jalan Terusan Griyashanta selama 10 hari untuk mengevaluasi efektivitas rekayasa lalu lintas, volume kendaraan, serta dampaknya terhadap kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut. Hasil evaluasi nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam penetapan kebijakan selanjutnya terkait operasional jalan tembus tersebut.
![]()







