KOTA MALANG, NGALAMUTAS.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Malang Raya kembali menjalankan peran dakwah dan pembinaan umat dengan memfasilitasi seorang warga negara Republik Rakyat China (RRC), Li Huilin, untuk memeluk agama Islam.
Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat berlangsung di Sekretariat DPD PITI Malang Raya yang beralamat di Jl. Sulfat No.10, Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, beberapa waktu lalu, Minggu (14/06/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bidang Dakwah DPD PITI Malang Raya, Gus Vicky yang dikenal sebagai “Gus Vicky Rocker”, serta disaksikan Ketua DPD PITI Malang Raya Leo A. Permana, S.H., M.Hum., jajaran pengurus, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kerabat dekat Li Huilin.
Ketua DPD PITI Malang Raya, Leo A. Permana, S.H., M.Hum., menjelaskan bahwa keputusan Li Huilin untuk memeluk Islam bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba, melainkan melalui proses perenungan, pembelajaran, dan dialog yang cukup panjang.
“Setiap orang memiliki perjalanan spiritual yang berbeda. Saudara Li Huilin telah melalui proses pencarian makna kehidupan dan ketuhanan yang cukup mendalam. Kami di PITI hadir untuk memberikan pendampingan, edukasi, serta memastikan bahwa keputusan menjadi mualaf dilakukan secara sadar, sukarela, tanpa paksaan dari pihak mana pun,” ujar Leo kepada awak media.
Menurut Leo, PITI sebagai organisasi yang menaungi masyarakat Tionghoa Muslim memiliki komitmen untuk membantu siapa saja yang ingin mengenal Islam secara benar, khususnya warga keturunan Tionghoa maupun warga negara asing yang membutuhkan pendampingan keagamaan.
“Kami tidak hanya memfasilitasi proses syahadat. Yang lebih penting adalah pembinaan setelahnya. Seorang mualaf membutuhkan pendampingan agar dapat memahami akidah, ibadah, akhlak, serta nilai-nilai Islam secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam prosesi tersebut, Li Huilin terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai makna keimanan dalam Islam, rukun iman, rukun Islam, serta konsekuensi menjadi seorang Muslim.
Setelah menyatakan keyakinannya, Li Huilin kemudian dibimbing Gus Vicky untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dalam bahasa Arab yang dilanjutkan dengan pengucapan terjemahannya.
Suasana haru menyelimuti ruangan ketika Li Huilin berhasil melafalkan syahadat dengan lancar. Para saksi yang hadir kemudian memberikan ucapan selamat dan doa agar istiqamah menjalankan ajaran Islam.
“Alhamdulillah, proses berjalan dengan sangat baik dan penuh kekhidmatan. Saudara Li Huilin dapat mengikuti seluruh rangkaian dengan lancar. Kami berharap beliau mendapatkan ketenangan hati dan kemudahan dalam menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim,” ungkap Leo.
Lebih lanjut, Leo menjelaskan bahwa setelah resmi menjadi mualaf, Li Huilin akan mengikuti program pembinaan yang disiapkan DPD PITI Malang Raya.
Program tersebut meliputi pembelajaran dasar membaca Al-Qur’an, tata cara bersuci, salat, pengenalan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin, hingga pendampingan sosial agar mualaf dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.
“PITI memiliki tanggung jawab moral dan keagamaan untuk memastikan para mualaf tidak merasa sendiri. Mereka harus mendapatkan dukungan spiritual, psikologis, dan sosial agar semakin mantap menjalankan ajaran Islam,” jelasnya.
Leo menambahkan bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan kasih sayang, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama manusia tanpa membedakan suku, bangsa, maupun latar belakang budaya.
“Masuk Islam bukan berarti meninggalkan identitas kebangsaan atau budaya yang baik. Islam justru mengajarkan nilai universal tentang kemanusiaan, keadilan, dan kemaslahatan. Kami berharap kehadiran saudara Li Huilin dapat menjadi bagian dari ukhuwah yang semakin mempererat hubungan antarbangsa dan antarumat manusia,” tuturnya.
DPD PITI Malang Raya menegaskan bahwa kegiatan pendampingan mualaf merupakan bagian dari dakwah yang mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan inklusif.
Melalui kegiatan tersebut, PITI berharap dapat menjadi jembatan bagi masyarakat yang ingin mengenal Islam secara lebih mendalam sekaligus memperkuat nilai toleransi dan kerukunan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Prosesi syahadat Li Huilin pun ditutup dengan doa bersama serta penyerahan cenderamata dan sejumlah perlengkapan ibadah sebagai bentuk dukungan awal dalam perjalanan spiritualnya sebagai seorang Muslim. (Kim)
![]()







