Reog Ponorogo “Singo Wijoyo” Tampil Spektakuler di Opening Malang Food Fest Carnival Sudimoro.

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG – NGALAMUTAS.COM – Grup kesenian Reoq Ponorogo “Singo Wijayo” tampil spektakuler memukau pengunjung di opening Malang Food Fest Carnival, Lapangan Sudimoro, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang, Sabtu (04/10/2025) malam.

Event ini, rencananya diselenggarakan selama 10 hari, mulai (03-12/10/2025). Setiap harinya bakal diisi beragam hiburan baik kesenian reog, bantengan, jaranan, musik dan lain sebagainya.

Dikesempatan kali ini, Imam Wahyudi, Ketua Panitia menyampaikan alasan utama menghadirkan pertunjukkan Reog Ponorogo, kepada pengunjung festival.

“Kami sangat senang dapat menampilkan kesenian Reog Ponorogo di festival ini. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan kekayaan budaya Ponorogo kepada masyarakat luas, serta memberikan hiburan yang berkualitas bagi pengunjung,” tutur Yudi sapaan akrabnya.

Pertunjukan Reog Ponorogo menampilkan tarian Barongan dengan topeng gabungan kepala macan dan bulu merak, serta iring-iringan penari latar dan gamelan yang menghentak.

Anak-anak muda juga turut serta dalam pertunjukan, mereka memerankan sosok Prajurit dan Patih dengan energik dan lincah.

Masyarakat menyambut hangat kehadiran Reog Ponorogo di festival ini. Menariknya mereka tampak menikmati pertunjukan yang dibawakan dengan penuh semangat dan dedikasi.

Selain pertunjukan Reog, festival ini juga dimeriahkan dengan puluhan lapak UMKM yang menawarkan berbagai kuliner lezat dan unik, serta wahana permainan anak yang menyenangkan.

“Acara ini cukup bagus dan menarik, kami berharap bisa meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif melalui UMKM,” kata Rouf, salah satu pengunjung.

Dengan demikian, Malang Food Fest Carnival menjadi salah satu destinasi wisata budaya dan kuliner yang wajib dikunjungi. (Kurniawan)

Loading

Berita Terkait

Polres Blora Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2026, Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas.
Pemerintah Desa Gadon, Kecamatan Cepu, Blora Akan Bangun Lapangan Futsat Bulan November tahun 2026
Warung Jajanan Ludes Dilalap Api Saat Ditinggal Pulang Dini Hari, Kerugian Capai 25 juta Rupiah di Kecamatan Kasiman Bojonegoro
Peringati Hari Jadi Humas Polri, Polres Blora Gelar Aksi Sosial Salurkan Ribuan Liter Air Bersih untuk Warga Jepon
Guruh Soekarnoputra Akan Dimakamkan di Samping Makam Ibunda Fatmawati
Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin
Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang
Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Polres Blora Gelar Pasukan Operasi Patuh Candi 2026, Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Pemerintah Desa Gadon, Kecamatan Cepu, Blora Akan Bangun Lapangan Futsat Bulan November tahun 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Warung Jajanan Ludes Dilalap Api Saat Ditinggal Pulang Dini Hari, Kerugian Capai 25 juta Rupiah di Kecamatan Kasiman Bojonegoro

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Peringati Hari Jadi Humas Polri, Polres Blora Gelar Aksi Sosial Salurkan Ribuan Liter Air Bersih untuk Warga Jepon

Sabtu, 26 September 2026 - 04:07 WIB

Guruh Soekarnoputra Akan Dimakamkan di Samping Makam Ibunda Fatmawati

Rabu, 9 September 2026 - 10:25 WIB

Kebakaran Melanda Instalasi Gizi RSSA Malang: Tak Ada Korban Jiwa, Layanan Pasien Tetap Terjamin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Musibah di Tengah Karnaval: Sebuah Penantian yang Tak Berujung Pulang

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Aktivis Blora Ultimatum SK Menteri ESDM soal Gunung Ungaran: “Stop Proyek Perusak Alam, Jangan Korbankan Gunung demi Energi!

Berita Terbaru