ACEH BESAR, NGALAMUTAS.COM – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas khusus penanganan bencana alam Aceh pada Minggu (7/12) di Pos Pendamping Nasional yang terletak di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.
Dalam rapat tersebut, Kepala Negara menegaskan tujuh poin kunci untuk mempercepat penanganan dan pemulihan di antaranya:
1. Pentingnya kecepatan, ketepatan, dan konsistensi tindakan dari seluruh unsur pemerintah untuk memastikan keselamatan dan pemulihan warga terdampak.
2. Operasi terpadu TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta pemerintah daerah terus diperkuat, khususnya dalam mempercepat distribusi bantuan, memastikan keamanan wilayah, dan memulihkan konektivitas antardaerah yang terputus akibat bencana.
3. Terkait banyaknya rumah warga yang mengalami kerusakan dan perlu mendapatkan dukungan pembangunan kembali dari pemerintah, Kepala Negara menegaskan bahwa kebutuhan tersebut akan menjadi bagian dari prioritas pemulihan pascabencana.
4. Sejumlah tantangan masih ditemui di beberapa lokasi, terutama karena kondisi alam yang perlu tetap diwaspadai, namun pemerintah akan terus memastikan penanganan dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan demi mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat.
5. Manajemen penyaluran bantuan agar diperhatikan secara lebih teliti. Obat-obatan termasuk dalam kebutuhan prioritas yang harus segera dipenuhi dan dipastikan tiba tepat waktu kepada masyarakat yang membutuhkan.
6. Presiden juga menyoroti pemenuhan kebutuhan pakaian bagi warga terdampak. Tidak hanya melalui program khusus penyediaan pakaian untuk wilayah bencana, Presiden turut mendorong partisipasi publik melalui donasi pakaian layak pakai.
7. Pentingnya menjaga integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih dalam setiap upaya penanganan dan pemulihan bencana di tanah air.
Selanjutnya, Presiden menetapkan pembangunan kembali rumah warga yang rusak sebagai prioritas pemulihan. Meskipun tantangan masih ada akibat kondisi alam yang perlu diwaspadai, pemerintah akan melaksanakan penanganan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.
Kepala Negara juga menekankan manajemen penyaluran bantuan yang lebih cermat, dengan obat-obatan sebagai kebutuhan utama yang harus tiba tepat waktu. Selain program pemerintah, ia mendorong masyarakat untuk berdonasi pakaian layak pakai untuk warga terdampak.
Terakhir, Presiden menekankan pentingnya menjaga integritas dan tata kelola pemerintahan yang bersih dalam semua upaya penanganan bencana.
Pada akhir acara, Presiden menyampaikan apresiasi atas sinergitas pemerintah, relawan, dan masyarakat yang menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Sumber: Seskab
(Red)
![]()














