Terdakwa AMH di Malang Dijerat UU Perlindungan Anak, Terancam 15 Tahun Penjara Kasus Pencabulan.

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG-NGALAMUTAS.COM-Persidangan perdana kasus tindak pidana pencabulan anak dengan Terdakwa berinisial AMH telah dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Malang Kelas IA pada hari Senin, (3/11/2025).

Agenda sidang kali ini adalah pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang tersebut dipimpin oleh Majelis Hakim yang terdiri dari Muhammad Hambali, S.H., M.H. (Ketua), Yuli Atmaningsih, S.H., M.Hum., dan Rudy Wibowo, S.H., M.H.

​JPU dari Kejaksaan Negeri Batu, Made Ray Adi Marta, S.H., membacakan surat dakwaan yang menjerat Terdakwa AMH dengan Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002, sebagaimana telah diubah kedua kalinya dengan UU No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

​”Pokok dakwaan menyebutkan bahwa perbuatan Terdakwa AMH termasuk dalam kategori melarang setiap orang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul,” ujarnya.

​Sesuai pasal tersebut, Terdakwa AMH menghadapi ancaman pidana yang berat, Pidana Penjara, paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun. Pidana denda, paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

​Saat ini, Terdakwa AMH menjalani penahanan di Lapas Lowokwaru Kelas I Malang.

​Keterangan Resmi Kepala Seksi Intelijen Kejari Batu Mohammad Januar Ferdian, S.H., M.H., selaku Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batu, mengonfirmasi pelaksanaan sidang tersebut.

​”Persidangan ini merupakan tindak lanjut dari laporan dengan Nomor PR- 89 /M.5.44/Dip.4/11/2025. Agenda hari ini adalah pembacaan dakwaan oleh JPU. Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, mengingat ini adalah kasus serius terkait perlindungan anak,” ujar Mohammad Januar Ferdian di Batu, 3 November 2025.

​Persidangan yang dimulai pukul 13.24 WIB dan selesai pada 13.47 WIB ini akan dilanjutkan dengan agenda Eksepsi (pembelaan) Terdakwa. Sidang berikutnya dijadwalkan pada hari Senin, (10/11/2025).

Berita Terkait

Semarak HUT ke-43, Srikandi PP Kota Malang Turun Langsung Bersihkan Lingkungan dan Baksos 
Klenteng Eng An Kiong Malang Gelar Ritual She Jien Kiem Sin, Tebarkan Pesan Welas Asih Dewi Kwan Im
Rayakan HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Malang Padukan Konvoi Kebangsaan dan Aksi Sosial
Festival Dolanan Anak di GOR Ken Arok, 17 Permainan Tradisional Dikenalkan kepada Anak PAUD
Kapolresta Malang Kota Edukasi Siswa SMAN 4 tentang Bahaya Cyber Crime, NAPZA, dan Bullying
Kapolresta Malang Kota Apresiasi Aksi Damai Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pengguna Jalan
Tekan Pengangguran, Ketua DPRD Kota Malang Desak Pendataan Tenaga Kerja Menyeluruh

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 01:43 WIB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Semarak HUT ke-43, Srikandi PP Kota Malang Turun Langsung Bersihkan Lingkungan dan Baksos 

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Klenteng Eng An Kiong Malang Gelar Ritual She Jien Kiem Sin, Tebarkan Pesan Welas Asih Dewi Kwan Im

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rayakan HUT ke-67, Pemuda Pancasila Kota Malang Padukan Konvoi Kebangsaan dan Aksi Sosial

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:58 WIB

Festival Dolanan Anak di GOR Ken Arok, 17 Permainan Tradisional Dikenalkan kepada Anak PAUD

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:23 WIB

Kapolresta Malang Kota Apresiasi Aksi Damai Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pengguna Jalan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 04:00 WIB

Tekan Pengangguran, Ketua DPRD Kota Malang Desak Pendataan Tenaga Kerja Menyeluruh

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:28 WIB

Semeru Institute Soroti Karhutla dan Korupsi, Komitmen Pemerintahan Prabowo-Gibran Diuji

Berita Terbaru

Uncategorized

Jumat, 30 Okt 2026 - 01:43 WIB